Produsen Minyak Lelah Berantem, Harga Bakal Naik Tahun Depan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said (kanan).
Sumber :
  • ANTARA/Widodo S. Jusuf

VIVA.co.id - Harga minyak dunia diperkirakan naik (rebound) pada tahun depan. Sebagai hasil dari kesepakatan beberapa negara produsen minyak untuk menahan produksinya.

Harga Minyak Dunia Turun, Pasar Khawatir Stok Melimpah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, tiga negara produsen minyak itu adalah Arab, Rusia, dan Venezuela. Ditambah lagi, Iran juga bersedia ikut dalam upaya stabilisasi harga minyak tersebut.
 
Menanti Data Inflasi China, Bursa Asia Dibuka Naik
"Jadi, akan ada rebound," kata Sudirman di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat 19 Februari 2016.
 
OPEC Berencana Tahan Pasokan, Harga Minyak Naik
Menurutnya,  harga minyak dunia idealnya berada di level yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Jika harga minyak terlalu rendah, industri minyak dan gas (migas) akan mati. Apabila harga minyak terlalu tinggi, negara produsen minyak, akan menggeber produksi minyaknya, sehingga harga minyak kembali tertekan.
 
"Saya membayangkan, mungkin setahun ke depan akan ada rebound, meskipun tidak akan terlalu tinggi," kata dia.
 
Selain itu , Sudirman melanjutkan, harga minyak dunia diperkirakan mulai naik, karena "perang" antara negara produsen sudah hilang. semua pihak menjadi korbang dengan penurunan harga komoditas ini. 
 
"Banyak prediksi pada tahun 2017, ketika mereka (Negara produsen minyak) sudah capek berantem, mungkin akan ketemu keseimbangan (harga minyak)," kata dia.
 
Mantan direktur utama PT Pindad ini memperkirakan, harga minyak dunia akan bersemi di kisaran US$30-40 per barel apabila Iran ikut serta dalam penahanan produksi ini.
 
"Syukur-syukur, ada persetujuan lebih lanjut rapat khusus OPEC (Organization of Petroleum Exporter Countries) yang membahas ini," kata dia. (asp)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya