Program Satu Juta Rumah Sudah Mencapai 805 Ribu Unit

Pembangunan kompleks perumahan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

VIVA.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berhasil mencatat capaian program satu juta rumah. Tahun ini jumlah yang telah dibangun hampir satu juta, tepatnya sebanyak 805.169 unit.

Kata Menteri Basuki soal Program 3 Juta Rumah Prabowo-Gibran

Berdasarkan data yang dimiliki Ditjen Penyediaan Perumahan, pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah telah mencapai angka 569.382 unit. Sedangkan rumah non-MBR terbangun sebanyak 235.787 unit rumah.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, adanya peningkatan jumlah capaian di 2016 lalu diharapkan dapat terus memacu pembangunan rumah di Indonesia. Selain pasar perumahan yang terbuka cukup luas, pemerintah pun terus mendorong peran serta aktif dari para pemangku kepentingan bidang perumahan untuk mendukung program satu juta rumah ini.

Bos BTN Tegaskan Kolaborasi dengan REI Bukan Sekadar Bisnis Semata

“Jika tahun 2015 lalu jumlah capaian program satu juta rumah sekitar 700 ribuan unit, dan 2016 ini mencapai lebih dari 800 ribu unit atau 805.169 unit rumah, maka tahun 2017 ini kami lebih optimis program ini bisa terus ditingkatkan. Apalagi kebutuhan rumah bagi masyarakat di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya," ujarnya seperti dikutip dari siaran persnya di Jakarta, Jumat 6 Januari 2017.

Kementerian PUPR pada 2016 juga telah memulai tugas khusus untuk membangun Wisma Atlit di Kemayoran dan Jakabaring (Sumatera Selatan), sebagai persiapan menyambut ASIAN Games pada 2018 dan ditargetkan selesai tahun ini.

JICA, BCA dan Citi Suntik BTN Rp1,4 T untuk Program Satu Juta Rumah

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya pada tahun 2016 lalu juga mendapatkan tugas khusus untuk melakukan rehabilitasi sejumlah bangunan penting di Indonesia. Yakni rehabilitasi venue olahraga Gelora Bung Karno yang diperuntukkan untuk ASIAN Games 2018, dan menyelesaikan perbaikan tujuh pos lintas batas negara, yang semuanya berhasil rampung pada Desember 2016.

Pembangunan pos lintas batas negara dilakukan sebagai bukti bahwa Indonesia harus mengelola perbatasan dengan baik. "PLBN tidak hanya pos perbatasan, tapi di balik itu kita ingin menciptakan pertumbuhan ekonomi di perbatasan," kata Basuki.

Kementerian PUPR sendiri akan melanjutkan pengembangan kawasan perbatasan setelah selesainya bangunan PLBN, yang disebut sebagai tahap I. Untuk tahap II akan dibangun mess pegawai, asrama, pasar yang dimulai Desember 2016 dan akan selesai tahun 2017.

"Kita akan bangun pasar di tujuh PLBN tujuannya untuk menciptakan kegiatan ekonomi di perbatasan, sehingga penduduk dari negara seberang juga bisa membeli barang dari negara kita," ujar Basuki.

Tercatat, Kementerian PUPR juga melakukan revitalisasi di Istana Kepresidenan Bogor, Penataan Kawasan Strategis di Keraton Mangkunegara Jawa Tengah dan Keraton Kasunanan Solo Jawa Tengah serta bangunan pendukung Kebun Raya di Banua, Batu Raden dan Cibodas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya