Cara Mal Bersaing dengan E-commerce

Pusat perbelanjaan.
Sumber :
  • Bimo Fundrika / VIVA.co.id

VIVA – Perlambatan daya beli masyarakat dan peralihan pola belanja dari offline menjadi online, diketahui telah membuat sejumlah gerai ritel tutup.

img_title Menko Polkam soal Pagar Tinggi di Mal: Itu Kepentingan Keamanan Mereka, Sudah Ditertibkan

Sebut saja, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menutup dua gerainya di kawasan Blok M dan Manggarai. Kemudian, penutupan Gerai Lotus dan Debenhams oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tidak semua aksi para pelaku toko virtual, atau e-commerce saat ini berhasil menggantikan peran pusat perbelanjaan besar yang masih menganut pola offline, atau sistem konvensional.

img_title Geram Mal dan Gedung Ramai Dipagari Tinggi, Pramono Anung: Image Jakarta Jadi Sedang Tidak Baik Saja

Selain itu, dengan maraknya peralihan pola belanja dari offline menjadi online, memacu para pengembang untuk berkreasi dan mengubah konsep mal. Seperti salah satunya, yang dilakukan Mall Pesona Square.

Executive Director Cushman&Wakefiled Indonesia, Lini Djafar mengatakan, konsep mal saat ini berubah, tidak sekedar sebagai tempat berbelanja barang kebutuhan, tetapi juga menyediakan tempat berkumpul, tempat makan dan minum (food and beverage), serta tempat hiburan keluarga pun dibuat dengan tema mengikuti gaya hidup "kekinian".

img_title Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi, Hasan Nasbi: Doakan Bangsa Kita Aman

"Jadi, bisa menghabiskan waktu libur bersama keluarga (di mal). Lebih sering dipergunakan untuk bejalan-jalan ke mal, atau sering juga dipergunakan untuk tempat pertemuan (meeting point) relasi, teman, maupun mitra bisnis," kata Lini.

Untuk itu, bagi Lini, maraknya toko virtual (e-commerce) bukanlah menjadi ancaman bagi ritel tradisional, atau mal. Sebab, masih banyak produk yang tidak dapat dibeli secara online seperti produk elektronika, produk fashion, dan masih banyak lainnya, dimana pembeli ingin mencobanya terlebih dahulu.

Sementara itu, Lini mengatakan, mengacu kepada data tingkat hunian ruang ritel di wilayah penyangga Jakarta seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi, mengalami pertumbuhan sebesar 0,4 persen pada semester II 2017, dibanding semester sebelumnya. Sedangkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya tumbuh 3,2 persen dengan tingkat hunian rata-rata 84,3 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbeda dengan tingkat hunian sektor ritel di Jakarta, yang belum mengalami pertumbuhan, atau minus 0,7 persen dengan tingkat hunian 84,4 persen. “Namun, kalau dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya naik 0,5 persen,” jelas Lini.

Sementara itu, Direktur Utama PT Menara Depok Square Alwi Bagir Mulachela optimistis Mall Pesona Square (MPS) yang saat ini telah menyelesaikan pekerjaan atap bangunan, bakal ramai dikunjungi, mengingat daya beli masyarkat Jabodetabek masih tinggi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut