Bank Dunia: Harga Pangan di Level Berbahaya

PM Inggris, Gordon Brown (kiri), dan Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick
Sumber :
  • AP Photo/Matt Dunham. Pool

VIVAnews - Bank Dunia mengungkapkan bahwa harga pangan di mancanegara kini berada dalam "level yang berbahaya." Tingginya harga pangan ini membuat sekitar 44 juta orang miskin di penjuru dunia kian melarat sejak Juni 2010.

Laporan Bank Dunia itu dimuat dalam jurnal edisi terbaru, Food Price Watch, yang dikutip stasiun berita BBC, Selasa 15 Februari 2011. Menurut jurnal itu, selama Oktober 2010 hingga Januari 211, harga pangan di tingkat global naik 15 persen.

Inflasi harga kebutuhan pokok itu terasa berat bagi kaum miskin. Mereka selama ini harus menyisihkan lebih dari setengah pendapatan untuk membeli makanan.

Korban Tewas Mudik Lebaran 2024 Berkurang dari Tahun Lalu, Jumlahnya 429 Orang

Maka, Bank Dunia menyerukan agar para pejabat keuangan negara-negara kelompok 20 (G20) perlu membahas masalah harga pangan saat mereka bertemu pekan ini di Prancis. Kelompok G20 terdiri dari sejumlah negara maju dan negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Harga pangan dunia tengah naik menuju tingkat yang berbahaya dan mengancam puluhan juta kaum miskin di penjuru dunia," kata Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick. Dia juga menilai bahwa tingginya harga pangan turut membuat ketidakstabilan di Timur Tengah, walau itu bukan menjadi penyebab utama krisis yang terjadi di sejumlah negara di kawasan itu.

Pesatnya inflasi harga pangan pada 2008 telah memicu sejumlah kerusuhan di beberapa negara. Saat itu, Bank Dunia sudah memperkirakan bahwa 125 juta orang berada dalam kemiskinan ekstrem.

Sebelum Bank Dunia, PBB sudah melontarkan peringatan serupa. Menurut riset FAO, seperti dikutip harian The Wall Street Journal, indeks harga pangan dunia Januari lalu naik 3,4 persen menjadi 231 poin.

Itu merupakan angka tertinggi sejak 1990, atau saat FAO mulai memantau harga pangan dunia. Naiknya indeks itu terjadi akibat melonjaknya harga sejumlah komoditas, seperti sereal (padi-padian), gula, dan minyak sayur. (hs)
 

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, di Gedung BEI Jakarta, Selasa, 16 April 2024.

IHSG Anjlok 2 Persen Lebih Imbas Iran Serang Israel? Direktur BEI Buka Suara

Serangan militer Iran ke Israel telah berdampak pada pasar saham di kawasan Asia sejak pembukaan perdagangan pada Senin, 15 April 2024 kemarin.

img_title
VIVA.co.id
16 April 2024