Kisah Menginspirasi Layla, Penderita Luka Bakar 90 Persen

Layla Skalli, bangkit setelah terpuruk
Sumber :
  • http://www.mirror.co.uk

VIVA.co.id - Layla Skalli (26) asal London, Inggris, berhasil lepas dari bayang-bayang insiden mengerikan yang dialaminya tujuh tahun lalu. Saat itu, Layla menderita luka bakar di hampir 90 persen tubuhnya, dan ia hanya memiliki kesempatan hidup satu persen saja.

Dilansir Mirror, Senin, 29 Februari 2016, Layla pun menceritakan apa yang dialaminya saat kejadian kebakaran yang menimpanya pada 14 April 2009, saatnya berusia 19 tahun. Waktu itu, Layla bersama ibunya, Jackie (41), dan seorang temannya sedang bersantai di rumah sewaan di Norwich, Inggris.

Tiba-tiba, terjadilah kebakaran. Layla mengaku tak mengetahui penyebab kebakaran itu. Terlebih, rumah sewaan tersebut tidak dilengkapi alarm peringatan kebakaran.

Salah Mengira Kuil sebagai Masjid, Diplomat Inggris Dikecam

"Hal pertama yang saya ingat hanya samar-samar melihat wajah ibu. Saya tidak tahu apa yang telah terjadi,” kata dia.

Layla juga mengungkapkan, saat kebakaran hampir melahap rumahnya, sang ibu, Jackie, sudah tak sadarkan diri karena kebanyakan menghirup asap tebal.

Namun, petugas pemadam kebakaran datang dan berhasil menyelamatkan ia dan ibunya dengan memecah kaca jendela di lantai tiga.

Beruntung, ketika Layla dan ibunya berhasil diselamatkan, beberapa detik kemudian ruangan tempat mereka terjebak dalam kebakaran, meledak. Sementara, temannya berhasil melarikan diri dan tanpa cedera.

Tewas overdosis

Layla dan ibunya kemudian dilarikan ke rumah sakit. Para dokter langsung menangani luka bakar di sekujur tubuh Layla selama sembilan jam. Menurut dokter, Lyla mengalami 90 persen luka bakar dan diprediksi hanya memiliki kesempatan hidup satu persen saja.

Akan tetapi, muncullah keajaiban. Para dokter menyatakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, Layla akan menerima donor kulit yang dicangkokkan pada tubuhnya yang rusak.

Saat tersadar, Layla mengaku tak tahu sejauh mana kondisi luka yang dialaminya. Namun, ia sadar bahwa wajahnya tidak terlalu cacat lantaran saat kejadian wajahnya terlindungi oleh kedua tangannya.

"Jujur, Saya tidak siap dengan sisa tubuh ini. Saya tidak mau melihatnya,” ungkap dia.

Setelah tiga bulan di rumah sakit dan dinyatakan sembuh, Layla yang ditemani Jackie akhirnya pulang ke rumah sewaan yang baru. Sang ibu pun merawatnya dengan sepenuh hati.

“Ibu sampai memakaikan pakaian saya. Dia bahkan tidur dengan saya karena saya selalu mimpi buruk yang mengerikan. Rasa sakit (akibat luka bakar) ini konstan dan hanya "sembuh sementara" obat minum obat penghilang rasa sakit dengan dosis tinggi,” jelas Layla.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Luka bakarnya belum sembuh, ibunya tiba-tiba meninggal dunia. Jackie tewas akibat overdosis alkohol dicampur obat depresi pada malam Tahun Baru 2009.

“Ibu saya seperti batu. Tanpa adanya dia, saya ingin benar-benar mati. Saya sangat marah waktu itu. Jika bukan karena api, ibu saya tidak akan mati,” tuturnya, seraya mengenang.

Menjadi konselor

Karena luka bakarnya sangat parah, Layla masuk dalam cengkaraman kecanduan obat penghilang rasa sakit. Pada Januari 2013, Layla akhirnya mencari bantuan untuk kecanduannya dan dirawat di pusat detox.

"Itu sangat sulit. Saya harus pergi dengan semua rasa sakit, tanpa bantal,” ungkapnya.

Untuk bangkit, ia pun memotivasi diri dengan menjadikan almarhumah ibunya sebagai kekuatan. Layla mulai melakukan perjalanan (travelling) ke Amerika Serikat, Australia, Afrika Selatan dan Kenya.

Setelah dua tahun jalan-jalan, Layla kembali ke Inggris dan pindah dari Norwich ke London pada 2015. Ia mulai hidup baru dan kuliah untuk meraih gelar ilmu sosial. Layla pun bercita-cita menjadi seorang pekerja sosial atau konselor.

"Travelling membantu saya meyakinkan diri bahwa saya masih memiliki masa depan yang besar. Melihat seberapa besar dunia ini, dan berapa banyak orang yang dapat mencapai (kesuksesan). Sekarang, saya tidak takut lagi karena tidak ada yang bisa lebih buruk dari apa yang sudah saya lalui," ucap wanita yang awalnya bercita-cita menjadi tentara itu.

Nonton Konser, Cara Ratu Elizabeth II Rayakan Ultah ke-92
Dokter Barton.

Pensiunan Dokter Diduga Tewaskan Ratusan Pasien

Ia dikabarkan memberi dosis morfin berlebih sepanjang 1998-2000.

img_title
VIVA.co.id
18 Juni 2018