Amunisi AK-47 Disita di Rumah Terduga Teroris

Bom Mapolresta Cirebon
Sumber :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin

VIVAnews - Mabes Polri terus melakukan penelusuran terkait bom bunuh diri yang dilakukan Muchammad Syarif di Mapolresta Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Kemarin, Polri menangkap sejumlah orang terduga teroris di Depok, Jawa Barat, yang merupakan hasil investigasi lanjutan kasus bom Cirebon.

Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan Polri menangkap tersangka Fd di Jalan Raya Raden Saleh, Studio Alam, Depok, Jawa Barat. "Terkait penjualan senjata api jenis FN," kata Boy kepada VIVAnews.com, Minggu, 8 Mei 2011.

Kemudian, Polri juga menangkap tersangka E alias Baim di Mekar Jaya, Depok. E ditangkap terkait penjualan amunisi berbagai jenis senjata api, termasuk amunisi senapan jenis AK-47. "Kemudian dilakukan penggeledahan,  ditemukan 344 butir amunisi senjata AK-47 dan SS1 dan 8 magazen AK-47 yang sebagian terisi penuh," jelas Boy.

Kemudian polisi juga menangkap Zl, yang menurut Boy merupakan seorang pembeli senjata api dari Fd. Kemudian, polisi juga menggeledah rumah Zl di Cilodong, Depok, Jawa Barat. "Ditemukan sepucuk senjata api FN dan 34 butir peluru," ujar Boy.

Selain penangkapan di Depok, polisi juga menangkap J dan H di Boyolali, Jawa Tengah. "Terkait penjualan senjata api juga," kata Boy.

Mengganas di Piala Asia, Timnas Indonesia U-23 Jadi Perbincangan di Qatar
Sidang Putusan Sidang Perselisihan Hasil Pemilu 2024 di MK

Sengketa Pilpres Dinilai Jadi Pembelajaran, Saatnya Prabowo-Gibran Ayomi Semua Masyarakat

Guru besar kebijakan publik Universitas Brawijaya Andy Fefta Wijaya mengapresiasi Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan hasil sengketa Pilpres 2024

img_title
VIVA.co.id
23 April 2024