"Ekspor Asap", Perusahaan Akan Ditindak Tegas

Kebakaran hutan
Sumber :
  • jabarprov.go.id

VIVAnews - Ancaman membayang di musim kemarau. Api yang disulut untuk membuka lahan di hutan-hutan dan lahan gambut berpotensi memicu kebakaran besar. Ini yang harus diwaspadai sejumlah daerah, termasuk Riau.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hutan Dishut Riau, Said Nurjaya mengingatkan perusahaan kayu yang beroperasi di Riau agar menjaga kawasan hutan yang dikelolanya.

"Kami ingatkan perusahaan untuk menjaga kawasan hutan yang dikelolanya. Apalagi saat ini kita memasuki musim kemarau. Kebakaran hutan dan lahan sering terjadi. Lihat saja, belakangan titik api sudah marak di Riau," ujar Said kepada VIVAnews, Kamis 5 Juli 2012.

Dalam kebakaran hutan dan lahan beberapa tahun belakangan, titik api juga sering muncul di kawasan perusahaan kayu. Karena itu, ke depan ia mengingatkan pihaknya akan mengambil tindakan tegas. Tak pandang bulu.

"Perusahaan yang lalai akan kami tindak, apalagi kalau ada yang sengaja melakukan pembakaran. Akan kami tindak tegas tanpa pandang bulu," ujar Said.

Said Nurjaya menegaskan, perusahaan yang ada di Riau akan diperlakukan sama. Meski ada yang merasa aman karena dibeking bagi Dishut itu tidak akan jadi pertimbangan.

"Silahkan saja kalau ada yang beking, Dishut tetap akan menindak tegas," terangnya.

Dikatakannya, Dishut Riau juga selalu siaga untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. "Kami harapkan daerah selalu berkoordinasi. Kalau minta bantuan, segera sampaikan provinsi supaya penanganan kebakaran hutan dan lahan bisa dilakukan sedini mungkin," kata Said Nurjaya.

Kebakaran hutan tak hanya merusak lingkungan, membunuh para satwa dan juga manusia, tapi juga menyebabkan kabut asap yang bisa mengganggu kesehatan dan penerbangan.

Kabut asap dari hutan Indonesia juga menjadi masalah bagi negara-negara tetangga. Aktivitas di pelabuhan perikanan terbesar, Songkhla sempat lumpuh. Ratusan perahu nelayan, besar dan kecil, terpaksa balik kanan, karena tebalnya asap menggangu jarak pandang para nahkoda.

Haru, Angelina Sondakh Ungkap Inspirasi Kebaikan Mendiang Mooryati Soedibyo

Kabut asap dari Indonesia juga dikeluhkan negeri jiran, Malaysia. Tebalnya asap bahkan 'melenyapkan' menara kembar tertinggi di dunia, yang biasanya tampil gilang gemilang. (eh)

Suntik vaksin

WHO: Imunisasi Global Menyelamatkan 154 Juta Jiwa Selama 50 Tahun Terakhir

Vaksin merupakan salah satu penemuan yang paling ampuh dalam mencegah sebuah penyakit yang selama ini ditakuti. Dan imunisasi global juga telah menyelamatkan154 juta jiwa

img_title
VIVA.co.id
25 April 2024