Yogyakarta Siaga Satu

VIVAnews - Kepolisian Daerah Yogyakarta menetapkan Siaga I menyusul insiden pengrusakan kantor KPUD Yogyakarta dan pemukulan Kepala Kepolisian Sektor Umbul Harjo, Ajun Komisaris Angling oleh sejumlah mahasiswa asal Papua, Kamis 9 April 2009 malam.

Menurut Kepala Kepolisian Yogyakarta, Brigadir Jenderal Sunaryono, polisi bersiaga mengantisipasi potensi amuk massa malam ini. "Ada lebih dari 5.000 polisi yang disiagakan malam ini untuk mengantisipasi kerusuhan," kata dia usai pertemuan dengan sejumlah petinggi militer Yogyakarta, Kamis malam.

Tak hanya polisi yang berjaga. Menurut Komandan Resimen Militer 072 Pamungkas, Kolonel Seni Supeno, tentara siap membantu tugas pengamanan polisi.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah Yogyakarta menggelar jumpa pers secara mendadak pukul 21.30 malam ini. KPUD menyampaikan bahwa mereka membatalkan negosiasi dengan mahasiswa Papua terkait pemilihan suara susulan pada Jumat 10 April 2009.

Menurut Ketua KPUD Yogyakarta, Ani rohayati, keputusan mengadakan pemilu susulan untuk para mahasiswa Papua itu dikeluarkan dalam kondisi terpaksa dan mendesak, untuk meredam keributan para mahasiswa. "Tidak ada payung hukum yang melegitimasi pencontrengan ulang besok," kata Ani, mengungkapkan alasan pembatalan negosiasi.

Ratusan mahasiswa asal Papua yang kuliah di Yogyakarta siang tadi melampiaskan kekecewaannya karena tidak memperoleh hak pilihnya dalam pemilu 9 April 2009. Tak hanya melancarkan protes, para mahasiswa juga merusak kantor KPUD dan menganiaya kepala polsek Umbul Harjo, yang mencoba melerai.

Laporan: Michael (ANTV)| Yogyakarta

Terancam PHK Massal, Ratusan Karyawan Polo Ralph Lauren Demo di Depan MA
Starbucks Indonesia menyerahkan ribuan buku untuk anak-anak.

Hari Buku Sedunia, Starbucks Indonesia Serahkan 8.769 Buku untuk Anak-anak

Ribuan buku tersebut merupakan donasi dari para pelanggan Starbucks Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
23 April 2024