Panglima TNI: Perompak Abu Sayyaf Tak Bisa Dibiarkan

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
Sumber :
  • Puspen TNI

VIVA.co.id – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, guna mengatasi aksi perompak di laut Filipina Selatan yang diduga didalangi kelompok milisi Abu Sayyaf, perlu ada tindakan serius dari tiga negara, yakni Indonesia, Filipina dan Malaysia. 

Kaleidoskop 2021: Lonjakan COVID-19, KRI Nanggala hingga Herry Cabul

"Dua kali dibajak, apa kita biarkan saja? Terus apa tak ada tindakan apa-apa?" kata Gatot di kantor Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 21 April 2016.

Gatot berujar, seharusnya wilayah tersebut aman layaknya Selat Malaka. Karena itu, untuk mewujudkan hal itu, perlu ada tindakan nyata dari tiga negara, yang punya andil di wilayah perairan itu.

Ternyata TNI Ikut Terlibat Selamatkan 4 WNI yang Diculik Abu Sayyaf

"Kita berharapnya kan aman. Jadi bagaimana caranya itu, ya mari kita bicarakan supaya aman. Itu bukan wilayah Indonesia saja, ada wilayah Indonesia dan Filipina," katanya menambahkan.

Gatot menjelaskan, sedang direncanakan pertemuan antara Menteri Luar Negeri dan Panglima Militer tiga negara, antara Indonesia, Filipina dan Malaysia di Jakarta. Pertemuan itu untuk membahas perlunya langkah patroli pasukan militer gabungan tiga negara.

Anggota DPR Respons Penyelamatan 3 WNI yang Diculik Abu Sayyaf

"Itu baru rencana. Nanti kan dibicarakan. Sedang diusahakan pertemuannya tanggal 3 Mei, yakni para Menlu dan Panglima Angkatan Militer tiga negara di Indonesia.”

Seperti diketahui, sebulan terakhir, pelaut asal Indonesia, dua kali menjadi korban penculikan di perairan dekat Malaysia dan Filipina. Insiden itu berdekatan, diduga dilakukan oleh militan Abu Sayyaf. Total ada 14 WNI menjadi korban aksi perompak.

Dalam waktu bersamaan, empat pelaut Malaysia juga diculik. Mengingat rawannya perairan antara Cebu dan Sabah itu, Malaysia, Indonesia, dan Filipina sepakat duduk bersama.

Perwakilan ketiga negara dijadwalkan duduk bersama membahas pengamanan perairan yang sangat rentan perompak maupun aksi kelompok militan. Bentuknya kemungkinan patroli militer bersama.

(mus)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya