Kapolri Minta Sisa Pengikut Teroris Santoso Turun Gunung

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

VIVA.co.id – Setelah tewasnya gembong teroris, Santoso alias Abu Wardah, dalam kontak senjata dengan aparat Satgas Operasi Tinombala di Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, polisi merilis kini pengikut Santoso tinggal 19 orang.

Anggota Gugur, Satgas Tak Kendur Buru Kelompok Santoso

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta. para pengikut Santoso yang kini masih bersembunyi di hutan-hutan Poso, untuk turun gunung dan menyerah kepada aparat. Kapolri berjanji akan memberi bantuan kepada para pengikut Santoso itu untuk menjalani proses hukum yang berlaku.

"Mereka sangat anti dengan kata menyerahkan diri karena doktrinnya seperti itu. Jadi saya minta kepada sisa pendukung Santoso untuk turun gunung, menjalani proses hukum dan saya pribadi akan bantu," kata Tito Karnavian usai melihat dari dekat jenazah Santoso di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Rabu, 20 Juli 2016.

Baku Tembak dengan Kelompok Santoso, Satu Prajurit Tewas

Imbauan agar segera turun gunung itu, kata Tito demi kemaslahatan masyarakat yang ada di Poso. Karena dengan adanya operasi-operasi seperti ini mungkin membuat masyarakat tidak nyaman.

Tito Karnavian juga mengapresiasi tim Satgas Tinombala yang terdiri dari anggota TNI dan Polri yang berhasil melumpuhkan gembong teroris yang selama ini dicari.

Polisi Tandai Persembunyian Kelompok Santoso di Dekat Sungai

"Kami dari jajaran Polri mengucapkan terima kasih kepada Bapak Panglima, Bapak Kasat dan jajaran karena Operasi Tinombala yang berlangsung cukup lama ini berhasil melumpuhkan tersangka utama yang kita cari yaitu Santoso," kata Tito.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantio , Rabu sore berada di Palu, untuk melihat dari dekat jenazah Santoso di ruang instalasi jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

Sejumlah personel Inafis melakukan olah TKP tewasnya salah satu teroris anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso usai baku tembak dengan Densus 88 pada Jumat, (3/4/2015).

TNI: Pengikut Santoso Tinggal Tujuh Orang dengan Dua Senjata

Kelompok Mujahidin Indonesia Timur itu terus melemah.

img_title
VIVA.co.id
22 Desember 2016