Berantas Narkoba, BNN Ingin Persenjataan Canggih

Kepala BNN Budi Waseso.
Sumber :
  • Fajar GM/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, mempertanyakan Badan Narkotika Nasional yang ingin memiliki senjata canggih. Sebab BNN hanya badan atau lembaga, sehingga terlalu berlebihan jika harus dipersenjatai lengkap.

Laksanakan South Sea Operation, Bea Cukai dan BNN Sita 309 Kilogram Sabu

"Memang perlu (senjata canggih)? Jangan sampai BNN jadi eksekutor di lapangan. Jangan sampai eksekusi berlebihan. Harus tetap dibawa ke pengadilan," kata Aboe, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 6 September 2016.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Narkotika Nasional, Budi Waseso, mengatakan jajarannya memang memerlukan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan tugas menghadapi ancaman.

BNN Temukan Narkotika Jenis Baru, Berupa Serbuk Kulit Kayu Alami

"Mereka (bandar narkoba) memiliki teknologi untuk mengelabui alat-alat X-Ray kita, karena X-Ray kita (kemampuannya) sudah rendah. Itu juga harus ada modernisasi," kata Budi.

Begitu pun dengan senjata canggih yang dipertanyakan anggota DPR, ia mengakui senjata tersebut memang di luar kaliber TNI/Polri. Sebab, yang dilawannya sekelas bandar narkoba.

Kronologi BNN Tangkap 107 Orang Pakai Narkoba di Golden Crown

"Bahkan kita punya senjata yang nanti akan merusak kontainer. Kita punya senjata yang bisa mendobrak lemari besi. Itu kita beli. Laras panjang, pendek, dan sedang. Tergantung kebutuhan," ungkapnya.

Menurut Budi, teknologi seperti alat sadap, deteksi, X-Ray, dan persenjataan, sangat membantu kinerja BNN.

Saat ini pengadaan senjata BNN sudah dalam tahap pelaksanaan. Adapun jenisnya seperti pistol, senjata pendek, senjata serbu, senjata sniper, perusak, hingga pendobrak. "Kita tergantung diberikan anggaran oleh negara," tutur Budi.

Ia juga menjelaskan BNN memang memodernisasi senjata karena selama ini senjata yang ada terbatas. Mantan Kabareskrim Polri ini menginginkan BNN mendahului kecanggihan senjata yang digunakan para bandar.

"Akurasi harus bagus. Ditembak harus tidak boleh meleset lalu kena orang lain. Akurasi terjamin. Kalau bandar jauh tak bisa pakai motor kita kejar pakai peluru," kata Budi.

Lalu, soal jumlah, Budi mengatakan akan membeli sebanyak-banyaknya hingga mencapai 2.500 pucuk senjata.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya