Anggota TNI Bunuh Istri, Jasad Diikat di Akar Pohon Bakau

Jasad seorang istri prajurit TNI ditemukan dalam kondisi terikat di akar pepohonan bakau di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku, pada Rabu, 14 September 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Angkotasan

VIVA.co.id - Seorang oknum prajurit TNI, Prajurit Dua Philipus Kolalen, diduga membunuh istrinya, Bebi Birahi (25 tahun), di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku.

Ketika Santet Gagal, Pembunuh Bayaran Akhirnya Dipilih Novi untuk Eksekusi Mertua

Jenazah korban ditemukan warga bersama personel TNI di pesisir pantai Desa Sefnana, Kecamatan Saumlaki, MTB. Jasad korban ditemukan dengan kondisi leher terikat di akar pepohonan bakau, tangan terikat ke bagian belakang, dan celana dilucuti.

Pembunuhan itu terbongkar berkat pelaporan pemilik rumah kontrakan yang disewa Prada Philipus untuk menginapkan istri dan anaknya yang baru saja datang dari kampung halaman mereka di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kepada aparat Babinsa setempat.

Terungkap, Motif Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Palembang

Seorang warga Desa Sefnana menjelaskan, pada Senin malam, 12 September 2016, korban dan pelaku berpamitan untuk keluar rumah. Anak mereka satu-satunya dititipkan kepada pemilik kontrakan.

"Tapi pagi hari, keesokan harinya, pelaku datang sendiri dan mengambil anaknya dan langsung berpamitan untuk pulang kampung," kata warga yang menolak namanya disebut pada Kamis, 15 September 2016.

Pembunuhan Sadis Modus Begal ke Mirna Ternyata Pembunuhan Berencana, Otaknya Menantu Korban

Waktu itu, pemilik kontrakan sempat menanyakan kabar korban, tapi pelaku hanya menyebut bahwa istrinya yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten SBB sedang tidur.

Siangnya, pemilik kontrakan curiga dan membuka kamar tapi tidak ditemukan siapa pun. Kecurigaan itu kemudian dilaporkan kepada aparat Babinsa yang diteruskan ke Komando Distrik Militer 1507/01 Larat MTB. Pelaku ternyata berada di Desa Larat, kampung halamannya. Pelaku langsung ditangkap dan diinterogasi aparat Kodim.

Berdasarkan hasil pemeriksaan aparat Kodim, pelaku mengungkapkan lokasi pembuhanan istrinya. Setelah ditelusuri selama hampir delapan jam, barulah ditemukan jasad korban pada Rabu sore, 14 September 2016.

Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura, Kolonel M Hasyim Lalhakim, membenarkan peristiwa pembunuhan itu. Menurutnya, Prada Philipus Kolalen sudah ditahan untuk kepentingan penyelidikan. Tapi dia tidak merinci mengenai motif pembunuhan itu. (ase)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya