Enam Polisi Jadi Korban Kerusuhan Lapas Jambi

Polisi dari Polda Jambi saat berjaga-jaga di suatu lokasi beberapa waktu lalu (foto ilustrasi).
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ramond Epu

VIVA.co.id – Kerusuhan di Lapas Klas IIA Jambi memakan korban. Sedikitnya 12 orang menjadi korban dari kerusuhan di Lapas yang diisi hampir 2.000 warga binaan ini. Enam orang korban diketahui dari pihak Kepolisian dan enam lagi dari warga binaan.

Kerusuhan di Lapas Jambi, Empat Napi Kabur

Dari pantauan di lapangan, beberapa kali aparat Kepolisian yang menjadi korban dibawa keluar lapas dan dilarikan ke rumah sakit. Rata-rata korban dari pihak Kepolisian akibat lemparan dari warga binaan yang sedang mengamuk di dalam lapas. Sedangkan dari warga binaan, beberapa orang terlihat dibawa menggunakan tandu, dan bagian betis kaki terlihat berdarah dan dibalut perban.

Disampaikan Kapolda Jambi, Brigjen Pol Yazid Fanani, bangunan yang terbakar di dalam Lapas yaitu kantin dan aula. "Tidak ada korban jiwa, hanya kena lemparan. Seluruh tahanan selamat dan aman. Tahanan wanita sudah dievakuasi dalam kondisi aman," jelas Kapolda kepada awak media.

Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Jambi Rusuh

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara, mengatakan, tidak ada blok tahanan yang terbakar akibat kerusuhan. Dari komunikasi yang sudah dilakukan dengan perwakilan warga binaan, ada beberapa tuntutan yang menyebabkan kerusuhan terjadi.

"Seperti sarana air, harga jual di koperasi minta diturunkan, dan masalah razia yang terlalu sering dilakukan di lapas," ungkapnya.

Fahri: Tak Semua Penjahat Harus Dipenjara

Diakui Bambang, sebelum kerusuhan memang pihaknya baru akan melakukan razia. Tetapi, kerusuhan sudah terjadi yang berbuntut pembakaran. "Untuk sementara tidak ada kunjungan ke Lapas. Karena pasti tidak nyaman dengan kondisi ini. Untuk perbaikan Lapas, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota dan Provinsi Jambi," jelasnya. (one)

Napi berusaha membakar barang saat terjadi kerusuhan.

Video Kerusuhan di Lapas Jambi

Akibat kerusuhan ini, sedikitnya 12 orang menjadi korban.

img_title
VIVA.co.id
2 Maret 2017