Wakapolri Minta Jangan Ganggu KPK dan DPR

Perwira tinggi Polri, Irjen Pol M Iriawan (kedua dari kanan), diusulkan Mendagri jadi Penjabat Gubernur Jawa Barat selama Pilkada 2018.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anwar Sadat

VIVA.co.id – Wakapolri Komjen Syafruddin meminta semua pihak untuk tidak mempertentangkan antara Komisi Pemberantasan Korupsi, DPR dan Polri. Sebab semuanya merupakan tugas kenegaraan.

MUI dan NU Kabupaten Malang Nilai Wajar Kepercayaan Polri Meningkat, Ini Sebabnya

"Karena itu kita perlu pertemukan, membangun pemahaman yang sama, sehingga tugas kenegaraan ada titik temu selesai tugasnya. DPR tugas konstitusional, Polri juga, KPK juga demikian," kata Syafruddin usai rapat dengan Pansus Angket KPK di gedung DPR, Jakarta, Rabu 19 Juli 2017.

Ia pun meminta agar jangan sampai ada yang mengganggu tugas DPR dan KPK. Adapun Polri berperan sebagai jembatan.

Kabareskrim Dinilai Punya Peran Tingkatkan Kepercayaan Terhadap Polri

"Jangan membenturkan, KPK itu jalan dengan relnya. DPR juga jalan dengan relnya, tugas konstitusionalnya. Tidak ada DPR membuat pansus karena KPK mau dihambat melaksanakan penegakan hukumnya. KPK juga demikian, KPK melaksanakan penegakan hukum kasus yang ditangani bukan hanya di pansus DPR," kata Syafruddin.

Ia menjelaskan, baik KPK, DPR, dan Polri harus dalam satu bangunan yaitu bangunan untuk kepentingan bangsa melaksanakan tugas. Manakala ada sebuah konstruksi pertentangan, kata Syafruddin, maka harus disamakan persepsi. "Kita pertemukan kesamaan bukan perbedaan," kata Syafruddin. 

Indikator: Approve Rating Kepercayaan Terhadap Polri Mulai Naik
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo RDP dengan Komisi III

Apresiasi Kinerja Polri 2023, Analis Intelijen: Masyarakat Merasa Puas

Visi Polri Presisi yang digaungkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat pertama kali menjabat bukanlah slogan semata. Tahun ini, kerja keras tersebut menuai hasil.

img_title
VIVA.co.id
27 Desember 2023