TUTUP
TUTUP
VIVABOLA

Mitra Kukar Juara Piala Jenderal Sudirman

Unggul lebih dulu, Semen Padang harus akui keuletan Mitra Kukar.
Mitra Kukar Juara Piala Jenderal Sudirman
Mitra Kukar rayakan kemenangan Piala Jenderal Sudirman (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
VIVA.co.id - Dua menit sebelum berakhirnya 90 menit waktu normal, laga final Piala Jenderal Sudirman antara Semen Padang vs Mitra Kukar, tampak akan berlanjut dengan adu penalti. Skor masih imbang 1-1, setelah Michael Orah mencetak gol di menit 79.

Namun semenit kemudian, Yogi Rahardian yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol kedua bagi Mitra Kukar di menit 89. Duel di Stadion Gelora Bung Karno pada Minggu, 24 Januari 2016, akhirnya berakhir untuk kemenangan Mitra Kukar dengan skor 2-1.

Semen Padang harus bermain dengan 10 orang, setelah Yu Hyunkoo mendapat kartu kuning kedua di menit 50. Namun hingga jeda turun minum babak kedua di menit 75, belum ada perubahan skor. Baru empat menit setelah pertandingan dimulai kembali, Mitra Kukar bisa mencetak gol.

Mitra Kukar akhirnya bisa memanfaatkan keunggulan pemain, untuk merubah skor menjadi imbang 1-1, dengan gol yang dibuat Michael Orah pada menit 79. Begitu peluit babak kedua dibunyikan, para pemain Mitra Kukar tampak merubah strategi, dan terus menekan pertahanan Semen Padang.

Di menit 52 bencana terjadi untuk lini tengah Semen Padang, setelah Yu Hyunkoo mendapatkan kartu merah, akibat kartu kuning kedua. Hingga jeda turun minum di menit 75, Mitra Kukar tidak dapat memanfaatkan keunggulan pemain.

Walau tertekan, Semen Padang masih dapat melakukan beberapa serangan balik, yang mengancam pertahanan Mitra Kukar. Hujan deras yang turun sejak awal laga, terlihat jelas mempersulit kedua tim mengembangkan permainan.

Lima menit pertama babak satu berjalan, Semen Padang berusaha melakukan serangan dengan terobosan dari sayap. Namun genangan air di lapangan, membuat bola sulit mengalir.

Upaya melakukan terobosan dari sayap kanan maupun kiri, gagal dilakukan karena sulit bagi para pemain, untuk berlari dengan bola. Namun Kabau Sirah sepertinya beradaptasi lebih cepat, dengan merubah strategi memanfaatkan umpan panjang.

Nur Iskandar memperoleh peluang pertama di menit empat, namun tendangannya masih jauh melampaui mistar gawang. Tiga menit kemudian, pelatih Semen Padang, Nilmaizar tampak berusaha mengambil keputusan cepat, dengan melakukan pergantian pemain di menit tujuh.

Dia menarik keluar Alwi Slamat, dan memasukkan Irsyad Maulana yang telah beberapa kali sukses mencetak gol, dengan tendangan jarak jauh. Keputusan Nilmaizar, berhasil membuat Semen Padang bisa mendominasi permainan, dengan umpan-umpan langsung ke kotak penalti.

Di menit 26 Nur Iskandar yang bergerak dari sayap kiri, memberikan umpan terobosan ke ruang kosong hanya beberapa meter dari gawang. Bola langsung disambut Vendry Mofu, yang sayangnya tergelincir saat akan menendang bola, dan pemain Semen Padang lainnya telat mengejar bola.

Berkali-kali memperoleh peluang, baru menit 32 Semen Padang bisa memastikan keunggulan. Diawali dengan pergerakan dari sayap kiri, umpan matang disambut Adi Nugroho dengan sundulan, yang menjebol gawang Shahar Ginanjar. Skor berubah menjadi 1-0.

Tersengat dengan gol Semen Padang, para pemain Mitra Kukar yang masih mengandalkan serangan balik, baru bisa mengembangkan permainan di lima menit jelang berakhirnya babak pertama. Walau mulai bisa melakukan penetrasi ke arah kotak penalti, namun belum ada serangan yang mengancam.

Berikut adalah susunan pemain Mitra Kukar dan Semen Padang, yang diturunkan malam ini:

Mitra Kukar: Shahar Ginanjar; Michael Orah, Arthur Cunha da Rocha, Yanto Basna, Zulkifli Syukur, Hendra Ridwan, Rizky Pellu, David Maulana, Rodrigo Ost Dos Santos, Defri Rizky, Patrick Dos Santos.

Semen Padang: Jandia Eka Putra; Novan Setyo Sasongko, Hamdi Ramdan, Mohamadou Alhaji, Hengki Ardiles, Leo Guntara, Yu Hyon Koo, Vendry Mofu, M Alwi Slamat, M Nur Iskandar, James Koko Lomell.
KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP