TUTUP
TUTUP
VIVABOLA

Kata GTS Soal Insiden 'Seragam Mirip' Sriwijaya Vs BFC

Kejadian ini sebenarnya bisa dihindari.
Kata GTS Soal Insiden 'Seragam Mirip' Sriwijaya Vs BFC
Duel Sriwijaya FC versus Bhayangkara FC di TSC. (indonesiansc.com)

VIVA.co.id – PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator Torabika Soccer Championship (TSC), angkat bicara mengenai insiden seragam mirip yang terjadi di laga Sriwijaya FC versus Bhayangkara FC, akhir pekan lalu. GTS menilai insiden tersebut sebenarnya bisa dikendalikan oleh perangkat pertandingan.

Seperti diketahui, laga Sriwijaya versus Bhayangkara sedikit ternoda dengan kemiripan warna jersey kedua tim. Dalam duel tersebut, Sriwijaya menggunakan seragam kuning kebanggaan mereka.

Di sisi lain, Bhayangkara memakai kostum berwarna hijau muda yang hampir menyerupai kuning. Ini di luar kesepakatan saat pertemuan teknik yang digelar satu hari sebelum laga.

Saat pertemuan teknik, pihak Bhayangkara menyepakati untuk menggunakan kostum merah. Namun, pada menit akhir, mereka menggantinya dengan jersey hijau tersebut.

Bhayangkara mengaku keputusan tersebut sudah dikomunikasikan ke perangkat pertandingan. Hanya saja, mereka tak memberitahukannya ke Sriwijaya.

Direktur Utama GTS, Joko Driyono, menyatakan sebenarnya wasit memiliki peran penting demi menghindari insiden ini. Wasit, masih disebutkan Joko, bisa menolak sejak awal penggunaan jersey hijau muda oleh Bhayangkara.

"Wasit punya hak untuk menolak atau mengizinkan. Ini domainnya mereka," kata Joko kepada VIVA.co.id.

Bhayangkara sempat menggunakan jersey hijau muda di 45 menit pertama. Kemudian, pada paruh kedua, mereka menggantinya dengan warna merah.

Memang, keputusan yang tak lazim dan jarang terjadi di sepakbola. 

Terkait hal tersebut, Joko menganggapnya sebagai hal yang wajar karena wasit menilai ada warna kostum yang hampir sama. Namun, secara teori, Joko menyatakan tak boleh ada perubahan kostum ketika bertanding.

"Jika dalam pelaksanaannya wasit menilai ada warna kostum hampir sama, maka saat babak kedua dia boleh meminta pergantian. Keputusan harus diambil dengan akurat dan alasan yang kuat," terang Joko.

Sesuai dengan manual TSC, wasit memang punya peran besar dalam hal penentuan seragam pertandingan. 

Disebutkan di dalam manual, "Dalam hal wasit menemukan kondisi di mana warna seragam yang digunakan klub di pertandingan menimbulkan keraguan, wasit tersebut memutuskan warna yang akan digunakan oleh klub setelah melakukan konsultasi dengan pengawas pertandingan dan/atau GTS. Secara umum, jika terjadi hal demikian maka Klub tuan rumah yang akan mengganti Seragam dengan warna yang lain dengan alasan praktis."

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP