Bos Persib Waspadai Politik Uang Jelang KLB PSSI

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar bersama Ahok
Sumber :
  • Fajar GM

VIVA.co.id – Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI hanya tinggal tujuh hari lagi. Jelang penyelenggaraan KLB, tentunya para calon Ketua Umum bakal lebih gencar dalam melancarkan manuver politiknya demi memikat hati pemilik suara.

Intip Isi Garasi Iwan Bule yang Jadi Sorotan Jelang Final Piala AFF

Pergerakan para calon Ketum PSSI jelang KLB, membuat beberapa kalangan resah. Salah satunya adalah manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar.

Umuh khawatir politik uang gencar dilakukan oleh beberapa calon Ketum. Sebab, dalam beberapa kesempatan, praktek kotor tersebut sudah terjadi.

Tagar Ketum Trending, Bahas Poster dan Ruang Ganti Timnas Indonesia

Dia pun menegaskan tak akan tergoda dengan rayuan manis dari segelintir pihak. Umuh menyatakan tetap berpegang teguh pada prinsipnya sebagai anggota Kelompok 85, yang mengusung Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, sebagai jagoan di KLB nanti.

"Kami masih solid dan tak akan ke mana-mana. Memang ada iming-iming. Apalagi, Jawa Barat sering mendapat gangguan yang berat," kata Umuh.

Ketum PSSI Ungkap Kabar Baik Jelang Laga Uji Coba Timnas Indonesia

"Mau cari apa dengan praktek seperti itu. Niat keluarkan biaya besar, tujuannya apa? Cukup aneh," lanjutnya.

KLB PSSI digelar sepekan lagi. Meski begitu, sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai lokasi penyelenggaraan pesta demokrasi terbesar PSSI tersebut.

Makassar sebelumnya ditunjuk PSSI sebagai tuan rumah KLB pada 17 Oktober 2016 nanti. Namun, rencana PSSI menunjuk Makassar menjadi tuan rumah ditentang habis-habisan oleh pemerintah lewat Kemenpora.

Hal tersebut berdampak pada izin kepolisian. Hingga kini, izin penyelenggaraan KLB dari kepolisian belum keluar lantaran pihak Kemenpora tak kunjung memberikan restu digelarnya KLB di Makassar.

"PSSI minta izin ke Menpora. Lalu, Menpora ingin KLB di Yogyakarta. Saya rasa, tunggu izin dari polisi dulu. Sebab, pemilihan seperti ini selalu memicu keributan dan kericuhan. Jadi jika ada izin dari polisi, pasti ada antisipasi terhadap keributan," terang Umuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya