TUTUP
TUTUP
VIVABOLA

Polemik Kongres PSSI Bisa Ancam Timnas Indonesia

Sampai saat ini, PSSI dan Kemenpora masih berseberangan.
Polemik Kongres PSSI Bisa Ancam Timnas Indonesia
Ketua Komite Pemilihan , Agum Gumelar. (Marco Tampubolon/VIVAnews)

VIVA.co.id – Terkait masalah penyelenggaraan Kongres PSSI, sampai saat ini masih simpang siur. PSSI masih mempertahankan Makassar sebagai tempat digelarnya kongres, sesuai dengan keputusan Komite Eksekutif (Exco).

Sementara itu, pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga terus bertahan dengan rekomendasinya di Yogyakarta.

Polemik soal penentuan tempat digelarnya kongres pemilihan Ketua Umum PSSI baru, sampai saat ini masih belum jelas. Padahal, jika melihat jadwal, kongres sudah akan digelar tanggal 17 Oktober 2016, hanya tersisa waktu lima hari lagi.

Komite Pemilihan (KP) Ketum PSSI sudah memberi pernyataan sikap, mendesak PSSI agar segera merampungkan persiapan kongres secepatnya. Ketua KP, Agum Gumelar, membeberkan kekhawatiran jika polemik ini akan ditanggapi tegas oleh FIFA.

Kekhawatiran KP cukup beralasan. Sebab, delegasi AFC dan FIFA hanya mengetahui jika kongres akan digelar di Makassar. Selain itu, delegasi kedua institusi sepakbola dunia ini sudah akan hadir di Makassar tanggal 15 Oktober 2016.

Agum mengatakan, segala kemungkinan bisa terjadi andai polemik ini terus berlanjut. Mantan Ketum PSSI ini memprediksi, bisa saja FIFA kembali menindak tegas Indonesia, terkait polemik ini. FIFA bisa saja kembali berpandangan, Pemerintah Indonesia kembali melakukan intervensi terkait gelaran kongres, dan bukan tak mungkin akan menjatuhkan sanksi lagi.

"Yang saya khawatirkan adalah, jika FIFA akan mengambil sikap tegas. (Indonesia kena sanksi lagi) bisa jadi. Itu adalah skenario terburuk dan akan jadi malapetaka lagi bagi sepakbola Indonesia," kata Agum kepada wartawan, Rabu 12 Oktober 2016 pagi WIB.

Andai FIFA kembali menjatuhkan sanksinya, ini berarti akan mengancam posisi Timnas Indonesia di Piala AFF 2016. Seperti yang diketahui, Boaz Solossa cs saat ini tengah fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi ajang tersebut, yang akan mulai digelar bulan November-Desember.

"(Timnas gagal main di Piala AFF) saya katakan tadi, segala sesuatu bisa terjadi. FIFA dan AFC akan datang tanggal 15 (Oktober 2016). Kami akan tetap berangkat, jadi atau tidak jadi kongres. Kami juga akan mengadakan pertemuan dengan FIFA dan AFC," ujar Agum melanjutkan.

"Andai masalah ini dilihat FIFA sebagai bentuk intervensi, bukan tidak mungkin mereka akan kembali menyikapinya dengan tegas," katanya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP