TUTUP
TUTUP
VIVABOLA

Lokasi Kongres PSSI Digeser ke Jakarta

PSSI masih menunggu lampu hijau dari Exco, AFC, dan FIFA.
Lokasi Kongres PSSI Digeser ke Jakarta
Pengurus PSSI, Azwan Karim dan Hinca Pandjaitan (VIVA.co.id/Radhitya Andriansyah)

VIVA.co.id – Opera sabun penetapan lokasi Kongres PSSI hampir mencapai ujungnya. Pihak Kemenpora dan PSSI akhirnya sepakat untuk menggelar Kongres di Jakarta.

Lokasi Kongres PSSI memang sempat menjadi masalah. PSSI, melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) pada Agustus 2016 lalu,  menunjuk Makassar sebagai tuan rumah.

Kemudian, Kemenpora menolaknya. Mereka meminta agar lokasi Kongres digeser ke Yogyakarta. Alasannya, Yogya merupakan lokasi sakral karena PSSI lahir di sana.

Hal ini membuat Ketua Komite Pemilihan (KP) PSSI, Agum Gumelar, gemas. Dia akhirnya memutuskan untuk menghubungi Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, agar PSSI bisa menemuinya.

Pertemuan akhirnya terjadi pada Rabu 12 Oktober 2016 sore tadi. Pihak PSSI, yang diwakili oleh Hinca Pandjaitan (Plt Ketua Umum) dan Azwan Karim (Sekretaris Jenderal), menemui langsung Imam dan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.

Selama satu jam, mereka berdiskusi. Kesepakatan pun tercapai.

"Dengan mempertimbangkan kepentingan masing-masing pihak, akhirnya kami sepakat melaksanakan Kongres bukan di Makassar atau Yogya. Tapi, di Jakarta," kata Gatot usai pertemuan.

Meski begitu, penunjukkan Jakarta sebagai lokasi Kongres ternyata belum final. PSSI harus menggelar pertemuan dengan anggota Exco terkait opsi pemindahan lokasi di Jakarta.

Mereka juga harus berkomunikasi dengan AFC dan FIFA terkait perubahan ini.

"Kami harus konsolidasi terlebih dulu dengan Exco. Sebab, Exco yang berhak menentukan masalah ini. Kami juga harus berkomunikasi dengan AFC dan FIFA, karena mereka sampai sekarang masih mengetahui Kongres digelar di Makassar," ujar Azwan.

Dijelaskan Azwan, ada peluang terjadi deadlock dalam komunikasi antara PSSI dengan Exco, AFC, dan FIFA. Jika itu terjadi, maka Kongres bisa mundur delapan minggu, sesuai dengan statuta yang berlaku.

"Kami juga harus menjelaskan AFC dan FIFA agar bisa memahami situasi. Itu diperlukan demi menekan kehadiran sanksi terberat yang pernah kita rasakan. Tentunya, kita tak mau semua itu terjadi kembali," terang Azwan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP