TUTUP
TUTUP
VIVABOLA

Sekjen PSSI: Pemilihan Ketua Umum Tak Harus di KLB

Sejumlah persoalan menimpa PSSI dalam setahun terakhir.
Sekjen PSSI: Pemilihan Ketua Umum Tak Harus di KLB
Kongres Luar Biasa PSSI 2016 (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

VIVA.co.id – Sejumlah persoalan menimpa PSSI dalam kurun waktu setahun terakhir. Mulai dari pembekuan Kemenpora berujung sanksi FIFA, hingga masalah hukum yang menimpa Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti. Setelah rentetan masalah tersebut, PSSI saat ini tengah bersiap melakukan reformasi kepengurusan dengan menggelar kongres pemilihan ketua umum baru.

Sebelumnya, La Nyalla terpilih sebagai Ketum PSSI periode 2015-2020, dalam Kongres Luar Biasa PSSI tahun 2015. Namun, belum setahun ia menjabat PSSI terlibat konflik dengan Kemenpora berujung pembekuan.

Pembekuan PSSI oleh Kemenpora, berakibat fatal pada perkembangan dunia sepakbola Indonesia. Dianggap ada intervensi pemerintah, FIFA sebagai otoritas tertinggi sepakbola dunia akhirnya menjatuhkan sanksi kepada Indonesia.

Selama setahun sepakbola Indonesia mati suri, FIFA akhirnya mencabut sanksi di bulan Mei 2016. Sayang, saat sanksi sudah dicabut, La Nyalla Mattalitti sang ketua, terjerat kasus hukum yang melibatkan dirinya.

Dua faktor utama tersebut jadi alasan para anggota PSSI untuk melakukan desakan penyelenggaraan kongres. Para anggota menginginkan struktur baru dalam tubuh PSSI, yang sesegera mungkin dilaksanakan.

Hal ini yang akhirnya membuat pengurus PSSI menampung desakan anggotanya untuk menggelar kongres pemilihan ketum baru. Meskipun, pemilihan ketum akan dilaksanakan bukan dalam proses Kongres Luar Biasa (KLB).

"Pemilihan ketum tidak harus dalam KLB. Kongres (pemilihan) ini digelar karena masalah urgensi dan desakan dari para voters, karena putusnya ada di tengah. Pemilihan ketum juga bisa dalam kongres (tahunan) dalam empat tahun," ujar Sekjen PSSI, Azwan Karim kepada VIVA.co.id.

Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI akan segera digelar tanggal 17 Oktober 2016. Setelah PSSI berkonsolidasi dengan Kemenpora, akhirnya terpilih Jakarta sebagai tempat digelarnya kongres.

Meski demikian, soal ini masih akan lebih dulu dibicarakan PSSI dengan Komite Eksekutif (Exco), AFC dan FIFA.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP