TUTUP
TUTUP
VIVABOLA

Beragam Komentar Mourinho Soal Main Bertahan

Senang melakukannya, meradang saat jadi korban.
Beragam Komentar Mourinho Soal Main Bertahan
Manajer Manchester United, Jose Mourinho (Action Images via Reuters / Carl Recine)

VIVA.co.id – Jose Mourinho sukses menerapkan gaya bertahan saat Manchester United menahan imbang Liverpool, Selasa 18 Oktober 2016. Dia membantah telah bermain negatif, dan sebaliknya menuding Liverpool yang bersalah karena tak mampu mengancam pertahanan MU.

Dilansir dari Sports Mail, Rabu 19 Oktober 2016, Mourinho memang kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial. Namun, dalih Mourinho setelah laga lawan Liverpool, membuktikan bahwa mantan bos Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid, itu juga tidak konsisten dengan kata-katanya.

Pada 2004, Mourinho meradang setelah Chelsea ditahan imbang 0-0 oleh Tottenham Hotspur. "Mereka membawa bus, dan menaruh bus itu di depan gawang. Hanya ada satu tim yang berusaha mencari kemenangan. Orang tidak membayar mahal untuk hanya menonton satu tim bermain, dan tim lainnya cuma membuang bola," kata Mourinho.

Dia juga menuding Spurs berusaha membuang waktu, dengan cara pergantian pemain. Sepuluh tahun kemudian, Januari 2014, Mourinho menumpahkan amarahnya pada West Ham, karena menahan imbang Chelsea 0-0 dengan permainan bertahan.

Chelsea mendominasi permainan, tapi tak mampu menembus pertahanan West Ham yang ketika itu ditangani Sam Allardyce. Mourinho menuding West Ham memainkan sepakbola dari abad ke-19. "Sangat sulit memainkan pertandingan, di mana hanya satu tim yang ingin bermain," ujar Mourinho.

"Sangat sulit. Sebuah pertandingan adalah tentang dua tim bermain, di pertandingan ini hanya ada satu dan tim lainnya tidak," ucapnya. Allardyce membalas kata-kata Mourinho dengan santai, mengatakan betapa dia senang bisa mengintimidasi Mourinho, untuk melompat-lompat marah di pinggir lapangan.

Pada Agustus 2015, Mourinho bahkan menuding Arsenal bermain bertahan, dalam pertandingan Community Shield. Mourinho mengatakan tim terbaik telah kalah, karena Chelsea mendominasi penguasaan bola, tapi tak bisa mengancam Petr Cech di gawang Arsenal. "Tim terbaik kalah, dan tim yang bertahan menang," ucapnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP