Mahasiswa Gunadarma Kembali Jadi Jawara di Mongolia

Mahasiswa Universitas Gunadarma Turnamen Catur Mongolia Open ke-2
Sumber :
  • Universitas Gunadarma

VIVA.co.id – Prestasi kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Gunadarma Jakarta dari ajang kejuaraan internasional di Mongolia. Setelah tahun lalu jadi jawara rancang satelit internasional, kali ini mahasiswa Universitas Gunadarma menjadi jawara internasional pada ajang berbeda.

Ibrahim Malik Gugat UII karena Gelar Mahasiswa Berprestasinya Dicabut

Ajang kompetisi yang diikuti kali ini adalah Turnamen Catur Mongolia Open ke-2. Turnamen ini diselenggarakan di Central Palace of Culture of Mongolia Trade Union, Ulaanbaatar, Mongolia, pada 17-26 Juni 2017.

Kejuaraan ini juga tak kalah bergengsi dibandingkan ajang CanSat International Competition 2016 yang tahun lalu dijuarai juga oleh mahasiswa Universitas Gunadarma pada 21-22 September 2016 di UlanBator, Mongolia.

Terbebani Uang Semester, Mahasiswa Gunadarma Demo di Kampus

Dalam kejuaraan catur ini, master Internasional Lutfi Ali, mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi semester 4 Universitas Gunadarma, berhasil menjuarai Turnamen Catur Mongolia Open ke-2.

Turnamen Catur Mongolia Open yang sudah kedua kalinya diselenggarakan ini merupakan turnamen catur yang bisa menghasilkan Norma Gelar. Turnamen ini juga berbarengan dengan penyelenggaraan Eastern Asian Youth Chess Championship kedua kalinya khusus untuk pemain yunior dari kelompok umur 6 tahun sampai 18 tahun putra dan putri.

Gunadarma Berhasil Bikin Ventilator Low Budget Sudah Lolos Uji BPFK

Keberhasilan Lutfi Ali ini juga diikuti oleh Grandmaster Susanto Megaranto, yang juga mahasiswa Universitas Gunadarma jurusan Manajemen semester 6. Susanto menempati peringkat kedua.

Turnamen Catur Mongolia Open kali ini diikuti oleh 40 peserta dari 6 negara yang sebagian besar didominasi oleh pemain tuan rumah, di antaranya terdapat 4Grand Master (GM), 7 International Master (IM), 7 FIDE Master (FM) dan 2 Woman International Master (WIM) berpartisipasi dalam even ini.

Walaupun jumlah peserta tidak terlalu banyak, Turnamen Catur Mongolia Open tahun ini cukup kuat, terutama pemain Mongolia yang telah mengalami kemajuan pesat.

Sistem pertandingan yang digunakan Sistem Swiss 9 babak dengan kontrol waktu 90 menit dengan tambahan waktu 30 detik setiap langkah dimulai langkah pertama. Pairing menggunakan program komputer Swiss Manager.

Dalam upaya ikut memajukan prestasi pecatur Indonesia, Universitas Gunadarma dalam Turnamen Catur Mongolia Open ini mengirimkan 4 pecatur, selain Lutfi Ali dan Susanto Megaranto.

Dua pemain lagi yang dikirim adalah Master Internasional Farid Firmansyah mahasiswa Jurusan Manajemen semester 6 dan FIDE Master Arif Abdul Hafiz yang rencananya akan mengikuti kuliah di Universitas Gunadarma semester depan melalui jalur bea siswa.

Lutfi Ali dengan Rating ELO FIDE 2422 sebelum pertandingan dimulai diunggulkan pada peringkat 6 dari 40 peserta berhasil menempati peringkat 1 dengan 6,5 Match Point (MP).

Peringkat 2 sampai 5 juga dengan 6,5 MP tetapi kalah perhitungan tie-break dengan Lutfi Ali, masing-masing ditempati oleh GM Susanto Megaranto, IM Bilguun Sumiya (Mongolia), GM Batchuluun Tsegmed (Mongolia) dan Anton Shomoev (Rusia). (mus)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya