Soal Sensor Film di Netflix, Ini Kuncinya

Sumber :
  • REUTERS/Robert Galbraith

VIVA.co.id - Hadirnya layanan streaming video dan TV, Netflix, ke Indonesia masih menjadi tanda tanya. Beberapa pengguna di Twitter khawatir sekaligus mempertanyakan, apakah layanan film dan hiburan pada Netflix nantinya akan disensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF) atau tidak.

Misalnya pengguna akun Twitter, @ms_crissy menuliskan tak bisa membayangkan berapa banyak film atau video Netflix yang bakal kena sensor, sebab di Indonesia menurutnya, gambar atau video belahan dadan saja kena blur (dikaburkan).

Menjawab soal tersebut, komisioner LSF, Rommy Fibri Hardianto mengatakan pengaturan Netflix di Indonesia penentunya adalah pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Lembaganya, kata dia, hanya mengatur bagian dari sistem Netflix secara umum.

"Kalau soal Netflix, bolanya ada di Kominfo. Jika menyangkut operatornya, maka domainnya Kominfo. Jika kontennya, maka  LSF," kata Rommy kepada VIVA.co.id, Senin 11 Januari 2016.

Ia melanjutkan soal operasi layanan Netflix di Indonesia sudah semestinya harus lolos dari izin Kominfo. Salah satu ketentuannya yang harus ditaati, yaitu UU Perfilman yang berlaku di Indonesia.

"Netflix beroperasi itu kan harus ada izin atau kebijakan dari instansi terkait (Kominfo). Dan konsekuensi logisnya adalah mereka diberitahu bahwa sesuai UU Perfilman, maka film yang akan ditayangkan harus mendapatkan tanda lulus (sensor) dari LSF," ujar Rommy.

Akses Video Chat Sedot Data Sampai 800 MB

Rommy sebelumnya mengatakan mengenai bentuk aturan yang diharapkan terkait dalam platform televisi berbayar dan konten film di internet, dia belum bisa memastikan. Pasalnya, LSF masih harus bersinergi dengan Kemkominfo dan KPI.

"Insya Allah minggu ini (koordinasi dengan Kominfo)" Kata dia.

Diketahui saat ini, Netflix belum mendaftarkan layanannya ke otoritas di Indonesia. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, Ismail Cawidu mengatakan sampai hari ini, Netflix belum mendaftarkan layanan mereka di Indonesia.

"Belum, saya baru cek ke Direktur e-Business," kata dia.

Meski belum mendaftarkan diri ke Kominfo, Layanan Netflix memang sudah bisa dinikmati oleh pengguna internet di Indonesia. Bahkan Netflix memberikan gratis akses selama sebulan bagi pengguna yang sudah mendaftarkan diri.

Beberapa konten yang ditampilkan di Netflix diketahui menampilkan gambar telanjang secara jelas. Misalnya saat pengguna menonton film Coming America, masih muncul gambar telanjang dada.

Seperti diketahui, Netflix resmi hadir di 130 negara baru di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan penambahan tersebut, maka secara total, Netflix hadir pada lebih dari 190 negara di dunia.

Pengumuman kehadiran ini disampaikan langsung oleh salah satu pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Netflix, Reed Hastings, pada perhelatan Consumer Electronic Show (CES) 2016 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Dalam keterangan situsnya, Netflix menetapkan biaya langganan untuk pengguna di Indonesia dalam sebulan mulai dari Rp109 ribu. Netflix menyediakan beberapa opsi berlangganan, versi Basic dengan biaya langganan Rp109 ribu, Standard (Rp139 ribu), dan Premium (Rp169 ribu).

Namun Netflix memberikan kesempatan kepada netizen di Indonesia untuk mencoba gratis akses selama sebulan.

Cara CliponYu Bersihkan Konten Negatif
Menkominfo Rudiantara

Menkominfo Bingung Basmi Porno di Aplikasi Streaming

Basmi porno di aplikasi susah dibanding yang berbasis web.

img_title
VIVA.co.id
3 Agustus 2016