Baru Enam Bulan, Hooq Gaet Satu Juta Pelanggan di Indonesia

Country Manager Hooq Indonesia, Guntur Siboro.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA.co.id – Layanan video on demand asal Singapura, Hooq, memang masih 'pemain baru' di Indonesia. Tepatnya, perusahaan ini masuk Indonesia sekitar April 2016, dan akan bersaing dengan Netflix, Iflix, Catchplay, hingga Genflix.

Hooq Resmi Undur Diri Hari Ini, Terima Kasih Indonesia

Akan tetapi, selama enam bulan terakhir ini, Hooq berhasil menggaet satu juta pelanggan Tanah Air. "Setelah diluncurkan di Filipina, Thailand, dan India, Hooq melebarkan sayapnya ke Indonesia sebagai negara keempat untuk di ekspansi enam bulan lalu," kata Country Manager Hooq Indonesia, Guntur Siboro, di Jakarta, Selasa, 18 Oktober 2016.

Padahal, kata dia, secara urutan peluncuran, Indonesia merupakan negara terakhir usai Hooq ekspansi ke tiga negara. Namun faktanya, Indonesia adalah penyumbang pelanggan banyak kedua.

Hooq Ngaku Siap Bersaing dengan Netflix tapi Tumbang, Cek Sejarahnya

"Jumlah pelanggan Indonesia terbesar kedua setelah India. Dua negara ini saling susul-menyusul pertumbuhan pelanggan Hooq," ungkap Guntur.

Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia lebih baik ketimbang dari India dari segi infrastruktur pendukung layanan teknologi. Maka dari itu pertumbuhan pelanggan di Indonesia lebih cepat daripada di negeri Bollywood tersebut.

Hooq Ajukan Likuidasi, Gimana Nasib Layanannya di Indonesia

Meski tak menyebutkan angka pasti target pelanggan di masa mendatang, Hooq terus memperlancarkan akses kenyamanan konsumen terlebih dahulu, yakni dengan membersihkan iklan-iklan yang ada di perangkat mobile mereka. Sehingga, konsumen akan lebih nyaman dan Hooq bisa mengakusisi pelanggan lebih banyak lagi. (ase)

Hooq ketika hadir di Indonesia.

Usai Jebolan Alibaba, Kini Alumni Hooq Indonesia Direkrut

Raksasa teknologi Vietnam rekrut dua mantan eksekutif Hooq Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2020