Senandung Duka Seorang Pria dalam Elegi Rinaldo

Bernard Batubara
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zahrotustianah

VIVA.co.id – "Elegi (n) syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita."

Harapan Dee Lestari untuk Kompetisi Menulis di Indonesia

Definisi elegi jadi kalimat pertama yang terbaca di sampul belakang berwarna cokelat itu. Kalimat tersebut memberi penegasan akan duka dan sendu yang ditawarkan si penulis buku. Elegi Rinaldo, sebuah novel dari Bernard Batubara dengan tema yang mengharu biru.

Dalam novelnya kali ini, pria yang akrab disapa Bara ini menceritakan, Rinaldo atau Aldo adalah seorang pria yang tak suka bersosialisasi. Sikapnya dingin penuh duka masa lalu. Duka kehilangan orang tercinta. Ketika seorang wanita lain mencoba masuk ke dalam kehidupannya yang sekarang, bukan hal yang mudah bagi Aldo.

Payung Nina, Buku Anak Karya Penulis Indonesia Terbit di 3 Negara

"Dia adalah cowok 28 tahun yang takut sama komitmen pernikahan karena dahulu pernah kehilangan calon istrinya," tutur Bara saat berbincang dengan VIVA.co.id di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Elegi Rinaldo merupakan satu dari lima serial Blue Valley yang diterbitkan Falcon Publishing. Blue Valley sendiri adalah sebuah kompleks perumahan fiktif, di mana para tokohnya tinggal di sana, Aldo, misalnya.

Mengenal Penulis Muda nan Romantis, Bernard Batubara

Seri ini memiliki satu tema besar yang akan menyayat hati para pembacanya, kehilangan. Seperti Aldo dalam Elegi Rinaldo, para tokoh utama di empat buku lainnya juga mengalami kehilangan yang memilukan. Sakit dan pedih.

Meski sebagai serial, Bara mengatakan, para pembaca bisa mulai membacanya dari buku mana pun. Tidak ada plot yang berkesinambungan antara satu buku dan lainnya sehingga pembaca tak perlu khawatir dalam menyelami kisah masing-masing karakternya. Namun menarik, karena pembaca bisa menemukan beberapa tokoh yang sama di setiap buku. Tokoh yang jadi penghubung setiap novelnya.

Bara mengaku, penggarapan novel seri semacam ini menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan baginya. Di dapur kreatif, ia dan keempat penulis lain saling berdiskusi seru membicarakan hal-hal yang kecil dan detail. Sayangnya, bergabung sebagai yang terakhir di antara keempat rekan lain membuat pria penulis Radio Galau FM ini tak punya banyak waktu untuk menggali keterkaitan atau cameo karakter di novel-novel lainnya lebih dalam.

"Makanya, aku buat tokoh Aldo yang enggak suka bergaul, enggak punya teman. Awalnya memang untuk mengakali karena waktu yang mepet (30 hari), tapi karena karakternya itu, ketika bertemu dengan wanita baru, prosesnya mental-mental. Yang tadinya cuma buat ngakalin tapi jadi satu esensi sendiri, karena sama-sama enggak suka ketemu orang, jadi bikin romance yang geregetan dan aku kuatin di situ," tutur penulis kelahiran Pontianak, 9 Juli 1989 tersebut.

Sejak membuka pre-order pada akhir Desember lalu, minat calon pembaca akan seri Blue Valley, terutama Elegi Rinaldo, begitu tinggi. Ditambah lagi karena berada di bawah naungan Falcon, tentu tak menutup kemungkinan jika seri ini bisa naik ke layar lebar. Dibanderol seharga Rp60 ribu, Elegi Rinaldo dan empat novel lainnya mendapat sambutan yang hangat dari para pembaca millenial dewasa muda.

Selain Elegi Rinaldo dari Bernard Batubara, Blue Valley series juga terdiri atas Melankolia Ninna dari Robin Wijaya, Lara Miya dari Erlin Natawira, Asa Ayuni dari Dyah Rinni, dan Senandika Prisma dari Aditia Yudis. Bara, pria yang memulai karier menulisnya dari dunia puisi ini berharap, dari buku manapun serial ini dibaca, publik akan tergerak untuk membedah buku-buku lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya