Kampoeng Jokowi Bukan Solo tapi di Garut

Kampoeng Jokowi Bukan Solo tapi di Garut
Sumber :
  • VIVA.co.id/Diki Hidayat

VIVA.co.id - Kampung halaman Presiden Joko Widodo, seperti semua orang tahu, memang di Kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah. Tapi Kampoeng Jokowi terletak di Garut, Jawa Barat.

Sandiaga Uno: Wisata Desa Turut Andil Jadi Lokomotif Pariwisata

Kampoeng Jokowi sebenarnya bukanlah kampung atau tanah kelahiran sang presiden, namun hanya penamaan bagi sebuah kawasan permukiman di kaki Gunung Cikuray, Kabupaten Garut. Kata Jokowi pun sebetulnya bukan akronim dari Joko Widodo, melainkan "Jadikan olehmu kebunmu objek wisata indah". Namun penamaan itu jelas diakui terilhami Joko Widodo, sang presiden, orang kampung nan sederhana nan bersahaja.

Kampoeng Jokowi, yang dahulu bernama Kampung Cipinang, bertekad mengikuti jejak Presiden Joko Widodo; berangkat dari pemukiman kecil dan sederhana kemudian dikenal seantero Nusantara, bahkan dunia.

Mendag Lutfi Dinobatkan Jadi Pemimpin Terpopuler oleh Warganet

Kampoeng Jokowi Bukan Solo tapi di Garut

FOTO: Kampoeng Jokowi, permukiman perdesaan di kaki Gunung Cikuray, yang bertransformasi menjadi objek wisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat. (VIVA.co.id/Diki Hidayat)

Genjot Desa Wisata, Halim: Kesejahteraan Warga Desa Akan Terwujud

Kampoeng Jokowi terletak di kawasan perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara VIII di Dayeuhmanggung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Awalnya cuma perkampungan biasa lalu ditata sedemikian rupa: ditanami bunga dan tanaman obat-obatan, setiap halaman rumah terdapat kolam ikan dengan aneka ikan hias, nyaris tak ada sampah berserakan--bahkan barang-barang bekas pun didaur ulang menjadi pot bunga, tempat sampah, dan lain-lain.

Letak Kampoeng Jokowi yang berada di kaki gunung membuatnya terasa sejuk, berkabut kala pagi atau sore dan malam. Saat cuaca cerah, kampung dengan aneka pohon dan tanaman itu tampak lebih asri. Mulai banyak orang luar berkunjung ke kampung itu, berswafoto dengan latar bunga-bunga di antara rumah-rumah warga.

Singkatnya, kampung yang berjarak 18 kilometer dari pusat kota Garut dan dihuni 90 kepala keluarga itu kini telah bertransformasi menjadi objek wisata. Tak hanya mengandalkan pemandangan hamparan kebun teh, tetapi lebih dari itu: sebuah kampung bersahaja nan asri serta sejuk.

"Jadi, keinginan warga adalah menciptakan kampung wisata yang dikenal oleh para wisatawan dalam maupun luar negeri," kata Asep Budi Jatnika, Pejabat Administratur PT Perkebunan Nusantara VIII di Dayeuhmanggung, Kecamatan Cilawu, pada Senin, 21 Agustus 2017.

Kampoeng Jokowi Bukan Solo tapi di Garut

FOTO: Kampoeng Jokowi, permukiman perdesaan di kaki Gunung Cikuray, yang bertransformasi menjadi objek wisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat. (VIVA.co.id/Diki Hidayat)

Di Kampung Jokowi juga dilengkapi sebuah bangunan yang berguna untuk keperluan pertemuan warga yang diberi nama Balai Jokowi. Balai itu menjadi tanggung jawab semua warga untuk merawatnya, termasuk memuat berbagai lukisan tiga dimensi karya warga setempat.

Penataan hingga perawatan fasilitas umum, bahkan sekadar menjaga kebersihan, semua menjadi tanggung jawab kolektif warga, tak ada petugas khusus. Begitu pula Balai Jokowi yang dirawat khusus dan bersama-sama oleh warga.

Nadia Utami, seorang pengunjung Kampoeng Jokowi, mengaku amat terkesan dengan tradisi kebersamaan dan keguyuban warga setempat. Hasilnya memang tak sia-sia dan patut sebagai alternatif atau objek baru wisata di Garut. Apalagi jaraknya tak terlampau jauh dan mudah diakses.

"Sangat enak, buat berfoto-foto, apalagi kalau membawa keluarga di sini indah sekali, suasana kampung yang berkabut menambah keindahan kampung," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya