INDEPTH > SOROT
Jumat, 13 November 2009 18:16 WIB

Hidup Mati, Yulianto Dicari

Oleh : Nurlis E. Meuko, Eko Huda S, Desy Afrianti

VIVAnews - "Orangnya lebih tinggi dari saya sekitar lima sentimeter. Atletis. Alisnya terkesan naik seperti orang Tionghoa. Kulitnya bersih, berwajah pribumi. Alamatnya di Surabaya, mengaku di Jalan Dharmahusada Permai.”

Kutipan itu berasal dari Ari Muladi usai bertemu Tim Delapan di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta Pusat, Sabtu 7 November 2009. Ary sedang menggambarkan Yulianto, sosok yang konon dikenalnya sejak 1998-1999.

Yulianto,  kata Ari, adalah sosok penting dalam kasus dua Wakil Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit S. Rianto dan Chandra M. Hamzah. Yulianto lah, kata Ari, menjadi pengantar duit milik tersangka korupsi Anggoro Widjojo, bos PT Masaro Radiokom, untuk menyuap kedua petinggi KPK itu. Total nilainya Rp 5,1 miliar.

Bukan cuma Bibit dan Chandra, Ari menambahkan, Yulianto juga bertemu Deputi Penyidikan KPK Inspektur Jenderal Polisi Ade Rahardja, dan Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Polisi Bambang Widaryatmo. Sejumlah wartawan konon ikut kecipratan duit haram itu. “Saya sendiri tak pernah bertemu mereka,” kata Ari.

Tapi, kronologi versi Ari ini membuat rangkaian cerita dari penyidik Mabes Polri ada yang terputus. Polisi menyebutkan, Anggoro menyerahkan uangnya untuk Ari melalui Anggodo Widjojo, adik kandung Anggoro. Lalu, versi polisi, si Ari ini menyerahkan langsung kepada sejumlah pimpinan KPK itu.

Andaikan cerita Ari benar, maka Yulianto menjadi mata rantai yang hilang dalam bangunan cerita versi polisi. Siapakah sebetulnya Yulianto itu?

Halaman