INDEPTH > SOROT
Jumat, 20 Maret 2009 16:31 WIB

Mimpi Prabowonomics

Oleh : Heri Susanto, Elly Setyo Rini, Nur Farida Ahniar, Umi Kalsum

VIVAnews - GAYANYA di panggung mirip-mirip Soekarno. Tangannya mengepal dan diangkat-angkat. Orasinya tegas dan lugas. Sindirannya pun tajam. Meski suara serak, calon presiden Prabowo Subianto tetap berusaha berteriak lantang, meledak-ledak.

“Saudara-saudara, elit di Jakarta lupa. Negara kita punya kekayaan alam. Kaya, kaya. Tetapi rakyat tidak mengalami perbaikan nasib. Sistem ekonomi kapitalis saat ini hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Sebagian besar tidak merasakannya. Orang tak punya uang tidak boleh hidup negeri ini.

Saya tahu isi hatimu. Kau inginkan pekerjaan yang baik dan halal. Kau ingin beri makan istri dan anakmu. Betul? Ingin sekolahkan anakmu. Betul? Apa Saudara mau jadi kacung terus? Mau jadi bangsa miskin terus? Mau anak-anak tak sekolah?

Saudara-saudara, mari buat perubahan besar. Perubahan untuk masa depan anak-anakmu. Beri kesempatan pemimpin baru. Yang tak mampu minggir saja. Kembali ke rumah, ajak saudara-saudara, teman-teman, semua, untuk perubahan.”

Peluh membasahi baju mantan Komandan Pasukan Khusus yang tengah berkampanye di Kota Padang tersebut. Di depan panggung, di bawah terik matahari, massa berteriak, “Hidup Gerindra. Prabowo presiden!” Ribuan orang berseragam merah putih tumpek blek di lapangan Cimpago yang berada di bibir pantai.

Halaman