Bangun Karakter Siswa dengan Murojaah dan Salat Berjamaah

Siswa saat melakukan salat duha berjamaah.
Sumber :

VIVA.co.id – Pendidikan karakter merupakan suatu jawaban yang tepat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terkait kerusakan moral dan jati diri suatu bangsa. Pendidikan karakter mulai didapatkan anak sejak berada di bangku sekolah. Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan karakter tersebut diharapkan dapat menjadi wadah yang mampu mewujudkan misi dari pendidikan karakter tersebut.

Sekolah, Ayo Tangkal Radikalisme!

Salah satu upaya alternatif yang dapat dilakukan dalam pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah adalah melalui pengoptimalan pembelajaran materi pendidikan agama. Peran pendidikan agama sangatlah strategis dalam mewujudkan pembentukan karakter siswa.

SD El Fitra Scientific School  yang mempunyai visi menjadi lembaga pendidikan yang mencetak cendekiawan Muslim berakhlak mulia ini pun mempunyai langkah jitu untuk membentuk karakter anak didiknya. Salah satunya langkah yang sedang diimplementasi adalah dengan menggelar kegiatan murojaah pagi dan salat duha secara serentak.

Pergilah Dinda Cintaku

Menurut Ayi Karmilah, selaku wakil kepala sekolah mengatakan bahwa tujuan diadakan dua kegiatan tersebut adalah untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, istiqomah dalam beribadah dan kesabaran siswa. “Kedua kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah kami untuk membangun karakter siswa yang berakhlakul karimah,” tambah Ayi.

Setiap pukul 07.30 WIB, semua siswa yang dibimbing para guru berkumpul di Lapangan Bunga. Mereka langsung membuka Alquran atau buku Juz Amma dan melantunkan ayat Alquran juz 30. Setelah itu mereka bersiap-siap melakukan salat duha berjamaah.

Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok

Menurut Ayi, awalnya para pengajar sedikit sulit mengajak anak didiknya mengerjakan murojaah pagi dan salat duha. Apalagi untuk siswa kelas satu dan siswa baru yang perlu banyak beradaptasi. “Karena sudah terbiasa melakukan murojaah pagi dan salat duha berjamaah, sekarang mereka sudah tidak perlu disuruh-suruh lagi,” katanya.

Selain murojaah pagi dan salat duha berjamaah, kegiatan rutin yang dilakukan siswa adalah kultum pagi, hafalan Alquran, baca tulis Alquran, belajar bahasa Arab, dan masih banyak lagi. Hal tersebut dilakukan untuk menjadikan anak didiknya cendekia Muslim yang berakhlak mulia. Sesuai dengan visi SD sekolah tersebut. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta Guslia)

Mendikbud Nadiem Makarim

VIDEO: Nadiem Makarim Tetapkan 2020 sebagai Pelaksanaan UN Terakhir

UN juga tidak dijadikan tolok ukur hasil belajar-mengajar.

img_title
VIVA.co.id
12 Desember 2019