Ini Kerugian Gunakan Semir Ban

Semir ban.
Sumber :
  • Carthrottle

VIVA.co.id – Setelah mencuci mobil atau motor, kurang lengkap rasanya jika bodi saja yang mengilap, sementara ban masih agak kusam. Cara umum yang kerap dilakukan pemilik kendaraan adalah mengoleskan semir pada ban. Cara ini juga kerap dilakukan jika melakukan pencucian mobil di penyedia jasa cuci umum.

Mengenal Forged Piston, Teknologi Unggulan Yamaha Adopsi dari MotoGP

Deni Yohanes, Technical Support Meguiars Indonesia, mengatakan, semir ban memang fungsinya untuk mengilapkan sisi samping ban. Tapi, karena semir ban mempunyai harga bervariatif, tentu harga tersebut juga menentukan kualitasnya.

Dia juga menyebut penggunaan semir ban pada dasarnya jangan sembarangan, meski fungsi utamanya sekadar mengilapkan. Hal ini tentunya tak diketahui banyak orang.

Kenapa? Ia mengatakan, semir ban itu ada yang bahan dasarnya bagus dan ada juga yang buruk. Kata dia, apabila semir ban yang cairannya terlalu encer berarti kurang berkualitas. Bahan yang digunakan dikatakannya biasanya terbuat dari karet mentah yang dicampur air, dan itu akan membuat ban menjadi rusak.

Pengguna Mobil yang Terjebak Macet di Puncak Wajib Periksa Ini

"Pada bagian atas ban jadi warna hijau atau putih. Bahkan, dalam jangka waktu lama ban mengeras dan jadi retak, serta warnanya jadi bule atau kemerahan," ujarnya saat ditemui VIVA.co.id di Radio Dalam, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Oktober 2016.

Menurutnya, bahan semir ban yang bagus itu bentuknya seperti gel atau lebih kental. Memang untuk harganya lebih mahal, dan itu biasa digunakan di salon perawatan mobil, bukan sekadar tempat cuci mobil biasa.

"Semir ban yang bagus mempunyai teknologi khusus untuk membuat lentur kawat ban. Ini untuk mencegah ban jadi keras, dan sifatnya tidak mengubah warna dasar ban," tuturnya.

Jasa Stiker Bodi Mobil dan Motor Kini Tak Cuma di Pulau Jawa
Ilustrasi orang tua dan anak di mobil

Catatan Buat Orang Tua, 4 Bahaya Meninggalkan Anak di Dalam Mobil

Agar tidak dibuat repot anak, ada beberapa orang tua yang terpaksa meninggalkan anaknya di dalam mobil saat mengujungi suatu tempat, meski dianggap sebentar.

img_title
VIVA.co.id
9 Maret 2022