Unicorn Indonesia Dikuasai Asing karena Investor Lokal Takut Risiko

Berkantor pusat di Hangzhou China, Alibaba menjadi salah satu investor global yang mendanai unicorn Indonesia.
Sumber :
  • VIVA / Renne

VIVA – Banyaknya investasi asing yang mengalirkan dananya ke empat startup Indonesia berpredikat unicorn, karena keengganan investor lokal untuk menjadi investor lantaran risikonya tinggi.

img_title Asing Jual Bersih Saham Rp2,92 Triliun saat IHSG Anjlok 10,76 Persen

Sebagai informasi, Gojek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak, disuntik oleh investor kakap global seperti Temasek, SoftBank, Alibaba, Alphabet dan Tencent.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertama, (investor) lokal enggak berani karena takut, kan, risikonya tinggi. Mereka yang berani investasi di startup harus memiliki unlimited investment. Kedua, lebih ke kebiasaan. Artinya, investor lokal masih nyaman investasi di sektor riil bukan intangible (aset tak berwujud)," kata pengamat ekonomi, Yustinus Prastowo, di Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019.

img_title Regulator hingga Investor Didorong Sinergis Benahi Tata Kelola Ekosistem Startup Nasional

Ke depan, ia masih memperkirakan investasi asing tetap mendominasi aliran dana di unicorn Indonesia berikutnya. "Ya masih asing. Mau tidak mau harus bersinergi kalau mau besar," ujarnya.

Meski begitu, Yustinus mendukung jika ada pembatasan bagi investor asing yang berinvestasi di sebuah perusahaan lokal, termasuk juga mendukung peningkatan produk lokal dari sektor UMKM.

img_title PM Anwar Ibrahim Akan Sampaikan Kerugian Investasi Dana Pensiun PNS Malaysia di Startup RI ke Parlemen

Menurut dia sebuah startup menjadi unicorn bukan tanpa masalah. Karena, butuh keberpihakan yang kuat dari pemerintah.

"Makin besar unicorn justru masalah makin banyak. Dikhawatirkan semakin tidak terkontrol yang pada akhirnya yang menguasailah yang untung banyak. Ini yang harus diatur," jelas dia.

Ilustrasi bursa saham asia

Asing Kembali Net Sell Rp1,29 Triliun, Saham BBCA Dilepas Rp766 Miliar saat IHSG Menguat

Investor asing kembali melakukan net sell sebesar Rp1,29 triliun saat IHSG naik 0,95%. Saham BBCA menjadi sasaran jual terbesar dengan nilai Rp766,98 miliar.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut