Bappenas: Produktivitas Kerja SDM RI Kalah dari Vietnam dan Singapura

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan Indeks Sumber Daya Manusia atau Human Capital Index (HCI) Indonesia masih berada di angka 0,53 atau di peringkat ke 87 dari 157 negara. 

Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa posisi Indonesia lebih rendah dibanding rata-rata negara berpenghasilan menengah atas (upper middle income), namun lebih tinggi dibanding rata-rata negara berpenghasilan menengah bawah (lower middle income).

“Dari data itu, tampak HCI Indonesia jauh di bawah Singapura, yang sudah 0,88 dan Vietnam yang 0,67," kata Bambang dalam diskusi bertema 'SDM Unggul, Indonesia Maju', di kantornya, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.

Secara simpel, Bambang menuturkan, bahwa indeks ini menunjukkan manusia Vietnam maupun Singapura akan lebih produktif dibanding dengan Indonesia. Hal ini menurutnya perlu menjadi acuan untuk mengembangkan SDM Indonesia ke depan.
 
"Kalau Indonesia dan Vietnam lahirkan produk yang sama, maka kita kalah bersaing karena produktivitasnya lebih rendah,” katanya.

Berdasarkan capaian pendidikan dan status kesehatan saat ini, Bambang melanjutkan, diperkirakan anak-anak Indonesia yang lahir saat ini dan bekerja 18 tahun kemudian hanya dapat mencapai 53 persen dari potensi produktivitas maksimumnya. Untuk itulah, dia berharap angkatan kerja Indonesia bisa lebih dimaksimalkan produktivitasnya.

“Kita harus menyiapkan langkah agar HCI naik. Sehingga anak yang lahir tahun depan pada 18 tahun kemudian bisa miliki produktivitas yang lebih tinggi,” katanya. 

Menurut Bambang, bertolak dari HCI itu, dapat disusun arah kebijakan dan strategi percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. 

"HCI juga bisa menjadi rujukan untuk melihat tingkat capaian pembangunan SDM di Indonesia dan merancang prioritas dan target pembangunan nasional yang selaras dengan SDGs (Sustainable Development Goals)," tuturnya. (ase)