Suka Duka Cari Kerja di Australia Barat
- abc
Para migran yang mengalami dampak terburuk dari situasi ketidakcocokan kualifikasi ini umumnya berasal dari China, Jepang dan Korea.
Riset ini menemukan bahwa 48 persen migran dari negara-negara yang tidak berbahasa Inggris umumnya memiliki kualifikasi pendidikan tinggi.
Selain itu, mereka juga lebih banyak bergelar pascasarjana dan terus mengembangkan keterampilan tambahan begitu tiba di Australia.
Sementara migran dari negara-negara berbahasa Inggris, menurut riset ini, cenderung memiliki keterampilan yang sesuai dengan pekerjaan mereka.
Menurut laporan Sydney Morning Herald, Direktur Bankwest Curtin Economics Centre Alan Duncan menilai ketidakcocokan keterampilan ini berdampak pada rendahnya berpenghasilan sepertiga pekerja migran saat ini.
Duncan memperkirakan jika ketidakcocokan kualifikasi dan pekerjaan ini diatasi, maka hal itu akan meningkatkan ekonomi nasional sebesar 6 miliar setiap tahun.
"Jika kita ingin mewujudkan potensi ekonomi sepenuhnya, maka kita harus memanfaatkan keterampilan dan bakat semua warga Australia, termasuk para migran," katanya.
Bagi Novie Collier sendiri, anggapan bahwa di Australia itu gampang mencari kerja merupakan anggapan yang tidak sepenuhnya benar.
"Intinya orang di sini harus punya skill," ujarnya.