Mengapa Pesan Agama Penting untuk Mengatasi Perubahan Iklim
- dw
Moshin Naqvi, seorang akademisi berpendapat bahwa kitab suci dapat menginspirasi orang untuk menjadi lebih ramah lingkungan.
"Jika kita melihat ajaran Islam, kita menemukan banyak contoh perlindungan lingkungan. Misalnya, Nabi Muhammad menginstruksikan umat Islam untuk menjaga manusia, hewan, dan bahkan pohon lainnya. Manusia tidak diperbolehkan merusak ekosistem," jelas Naqvi.
"Inisiatif DW menyediakan platform bagi orang-orang dari agama yang berbeda untuk membahas masalah perubahan iklim. Tetapi kita perlu menjangkau massa. Dialog-dialog ini biasanya menargetkan kelas yang berpendidikan;namun kita perlu berkomunikasi dengan semua lapisan masyarakat," tambah Naqvi.
Memburuknya efek perubahan iklim
Pakistan menghadapi sejumlah tantangan karena degradasi lingkungan dan perubahan iklim. Pemanasan global telah menghasilkan musim panas yang lebih panjang dan kelangkaan air di negara di Asia Selatan itu. Situasi ini bahkan disebut-sebut sebagai ancaman lebih besar daripada terorisme.
Urbanisasi yang luas dan penebangan pohon telah meningkatkan polusi udara dalam beberapa dekade terakhir. Pada hari Jumat (22/11), Amnesty International memperingatkan bahwa puluhan ribu penduduk kota Lahore berisiko terkena penyakit pernapasan karena kualitas udara yang buruk. AI menganggap pemerintah Pakistan yang tidak cukup tanggap dalam merespon masalah kabut asap.
Murtaza Wahab, penasihat lingkungan untuk kepala menteri provinsi Sindh, mengakui bahwa perubahan iklim belum ditangani dengan baik di negaranya. "Ini adalah sektor yang diabaikan di Pakistan. Tetapi sekarang kami sedang menangani masalah ini dengan serius. Baru-baru ini, kami menyetujui kebijakan perubahan iklim yang bertujuan meningkatkan kemitraan publik-swasta untuk melindungi lingkungan. Kami juga telah melarang penggunaan plastik," kata Wahab.
Namun, ahli lingkungan Pakistan Tofiq Pasha Mooraj menuding pihak berwenang Pakistan "tidak punya waktu untuk mengatasi perubahan iklim."
"Tetapi saya harus menambahkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, pihak berwenang dipaksa untuk memberikan sedikit lebih banyak perhatian pada masalah iklim karena aktivitas mereka menjadi lebih terlihat dan mempengaruhi kehidupan masyarakat," kata Mooraj.
Aktivis lingkungan itu juga mengatakan bahwa orang tidak harus selalu menunggu langkah pemerintah untuk memperbaiki masalah mereka. "Pakistan adalah negara berpenduduk 220 juta orang. Jika setiap orang menghemat setetes air setiap hari, kita mungkin dapat menghemat 220 juta tetes air setiap hari," tandasnya.