Ratusan Sapi Australia Malnutrisi dan Mati Saat Pembibitan di Indonesia

Sapi Australia yang dibeli Pemerintah Indonesia pada akhir 2018 untuk program pembibitan sapi ternyata banyak yang mati.
Sumber :
  • abc

Ratusan sapi indukan asal Australia yang dibeli pemerintah Indonesia tahun 2018 untuk program pembibitan sapi mengalami malnutrisi atau mati. Pemerintah RI menyalurkan sapi-sapi ini ke puluhan kelompok ternak dan UPT (unit pelaksana teknis) Departemen Pertanian setempat.

Foto-foto yang diperoleh ABC menunjukkan kondisi sapi yang kurus dan malnutrisi serta bangkai sapi yang sudah membusuk dengan tulang-belulang yang menonjol.

Sapi-sapi Australia ini dibeli oleh Kementan RI sebagai program pembibitan yang bertujuan meningkatkan swasembada sapi di negara itu.

PERINGATAN: Artikel ini memuat foto-foto mengerikan.

Foto-foto kondisi sapi Australia yang dibeli Pemerintah RI pada akhir 2018 untuk program pembibitan, menunjukkan banyak yang mengalami malnutrisi atau mati tak terurus.

Istimewa

Pada akhir 2018, Pemerintah RI membeli ribuan ekor sapi Australia untuk program sapi indukan dengan target hingga 6000 ekor yang akan dibagikan ke para peternak.

Menurut laporan media setempat pada 15 November 2018, Deptan RI telah merealisasikan sebanyak 1.225 ekor ke UPT Baturaden, Banyumas.

"Yang sudah datang sekitar 1.225 ekor yang diadakan oleh BBPTU Baturaden," kata pejabat Deptan Sintong Hutasoit seperti diberitakan media Kontan.

Dia menjelaskan juga bahwa distribusi sapi-sapi Australia saat itu sudah disalurkan ke 80 kelompok ternak dan 2 UPT.

"Kami distribusikan untuk 80 kelompok ternak dan 2 UPT di 35 kabupaten pada 5 provinsi, yaitu Yogyakarta, Jatim, Jateng, Jabar dan Kalimantan Barat," jelas Sintong.

Evaluasi atas program ini dari sisi Pemerintah Australia melalui LiveCorp ternyata menemukan setidaknya 72 ekor sapi mati pada bulan Juni lalu.

Padahal, katanya, hewan-hewan ini sebenarnya diharapakn bisa bertahan hidup hingga 20 tahun.

Informasi yang diperoleh ABC menyebutkan bahwa pihak LiveCorp juga menemukan ratusan ekor sapi lainnya mengalami malnutrisi.

Tapi Pemerintah Australia menolak untuk membuka laporan ini secara penuh.

Hari Jumat pekan lalu, setelah mendapat pertanyaan dari ABC, pihak LiveCorp kemudian merilis laporan ringkasan laporannya di website Deptan Australia.

"Peternak dan koperasi (di Indonesia) secara umum masih membutuhkan dukungan dalam bentuk pelatihan masalah kesehatan dan kesejahteraan hewan," kata LiveCorp dalam laporannya.

Pemerintah Australia menolak untuk membuka laporan mengenai kondisi mengenaskan sapi-sapi Australia yang dibeli Pemerintah RI.