Masa Depan Republik Indonesia Ada di Tanah Borneo

Maket desain Ibu Kota Negara dengan nama 'Nagara Rimba Nusa'.
Sumber :
  • VIVAnews/Fikri Halim

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan anggaran dari pemindahan Ibu Kota tersebut pemerintah juga akan melakukan sejumlah inovasi pembiayaan baru yang selama ini belum dilakukan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menuturkan untuk membiayai program besar Indonesia itu pemerintah memastikan keuangan negara memiliki kapabilitas memadai khususnya untuk infrastruktur dasar. 

Ani panggilan akrab Sri Mulyani menjelaskan, memang dalam tahap awal pembiayaan tersebut pemerintah hanya menyiapkan sebesar 19,2 persen dari total Rp466 triliun atau sebesar Rp89,4 triliun.

Besaran tersebut, diakui Ani tak cukup untuk keseluruhan infrastruktur dasar. Sehingga, pihaknya akan menggunakan instrumen lain seperti dengan Avaibility Paymen, Viabilitiy Gap Fund, Project Development Facility dan pinjaman.

Tak sampai di situ, Ani mengakui, memiliki pilihan lain untuk memperoleh dana, yakni dengan memanfaatkan aset yang ada di ibu kota saat ini, yakni Jakarta, senilai Rp1.123 triliun, baik berupa gedung ataupun tanah.

"Jadi bisa melalui dua opsi, pertama memanfaatkan BMN (Barang Milik Negara) yang asetnya ada di IKN (Ibu Kota Negara) lama atau pemindahan tangan BMN," ujarnya.