Masa Depan Republik Indonesia Ada di Tanah Borneo

Maket desain Ibu Kota Negara dengan nama 'Nagara Rimba Nusa'.
Sumber :
  • VIVAnews/Fikri Halim

Adapun caranya, optimalisasi BMN bisa dilakukan dengan sewa waktu lima tahun hingga lebih, kemudian pinjam pakai tanpa imbalan untuk pemerintah daerah yang objeknya semua BMN, serta strategi pemanfaatan hingga 50 tahun yang mitranya ditentukan melalui tander dan Penerimaan Negara Bukan Pajak-nya dalam kontrak.

Sementara itu, menyambut tawaran dari Presiden Joko Widodo yang bisa ikut membantu membangun Ibu Kota Negara, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) akan siap mendukung rencana pemerintah.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, para pelaku usaha diminta harus siap dengan rencana pemerintah soal pindahnya Ibu Kota Negara. Pemindahan Ibu Kota Negara akan memberikan kontribusi besar untuk properti.

"Kalau kami melihatnya dari dunia usaha harus siap. Tidak ada kata mundur atau mempertanyakan kenapa harus kita pindah, apalagi ini berikan kontribusi besar pada properti," ucapnya.

Rosan menjelaskan, karena biaya pemindahan Ibu Kota Negara baru hanya 19 persen dari APBN, karena itu diharapkan peran dunia usaha dalam rencana besar ini.

"Kami harapkan, dari Kadin dan organisasi bernaung di bawahnya, para pelaku industri, memanfaatkan peluang ini. Tidak ada satu target yang mudah, tetapi kita masuk masa teknologi yang bergerak cepat, sehingga yang dulu kita lihat suatu yang susah dicapai sekarang jadi bisa tercapai," ujarnya.

Ia mencontohkan, kenapa China bisa membangun gedung 30 lantai dalam waktu satu bulan, semua berkat inovasi dan kemajuan teknologi. Dia menegaskan, para pelaku usaha mengambil peran dalam rencana pemindahan ibu kota ini.