Ternyata Ada Kota Ditinggali Lebih Banyak Kucing Dibanding Manusia

Setengah lusin kucing berbagai jenis berkerumun di samping Salah Jaar. - BBC
Sumber :
  • bbc

Uang saku khusus itu untuk membelikan susu dan keju bagi kucing-kucing.

"Banyak kucing lahir di gedung. Salah satunya, yang putih dengan bintik-bintik cokelat. Kucing ini membina hubungan khusus dengan Raed.

Dia pergi ke mana-mana bersama Raed dan bahkan tidur di sisinya, " kata Salah Jaar.


Kehadiran kucing `membuat pemboman jadi tampak tak terlalu menakutkan` - BBC

"Kadang-kadang ketika kita berjalan di jalan ada sekitar 20 hingga 30 ekor kucing berjalan bersama kita sepanjang jalan. Beberapa dari mereka bahkan pulang bersama kita."

Ketika hari mulai gelap, gonggongan anjing-anjing liar mulai terdengar. Anjing-anjing liar ini juga lapar dan kehilangan tempat tinggal.

Mengais makanan dan tempat tidur di malam hari membuat mereka bersaing dengan kucing Kafr Nabl. Salah Jaar bersikeras, biasanya hanya ada satu pemenang dalam konfrontasi reguler ini.

"Tentu saja kucing-kucing itu! Ada lebih banyak kucing daripada anjing liar."

Meskipun orang-orang seperti Salah Jaar tidak yakin sampai kapan bisa terus bertahan, dan tidak tahu dari mana makanan mereka berikutnya datang, tampaknya selalu ada tempat untuk teman-teman berkaki empat.

"Setiap kali saya makan, mereka makan, apakah itu sayuran, mie atau hanya roti kering. Dalam situasi ini saya merasa bahwa kami berdua makhluk lemah dan perlu saling membantu," tutur Salah Jaar.


Berbagi makanan dengan kucing, `sama-sama lemah dan saling membutuhkan` - BBC

Pengeboman yang terus-menerus juga membuat kucing sering kali terluka. Sekali lagi, meskipun kekurangan obat-obatan dan hampir semua hal lainnya, Salah mengatakan segala upaya dilakukan untuk merawat kucing-kucing ini.

"Aku punya teman yang punya kucing di rumahnya. Salah satu dari mereka terkena roket yang hampir menghancurkan cakarnya. Tapi kami berhasil membawanya ke kota Idlib untuk dirawat dan sekarang sudah berjalan seperti sebelumnya," dia berkata.

Dengan pasukan Presiden Bashar al-Assad yang sekarang tidak jauh dari Kafr Nabl, kota itu tampaknya akan segera dikuasai. Salah Jaar mengaku khawatir, tidak hanya untuk dirinya dan teman-temannya, tetapi juga untuk populasi kucing kota.