Nina Murid di Gresik Kirim Surat Ke PM Australia agar Tak Kirim Sampah

Nina yang baru berusia 12 tahun sudah pernah menulis surat juga kepada Presiden Donald Trump soal sampah dan lingkungan.
Sumber :
  • abc

Aeshninna Azzahra, akrab dipanggil Nina, menulis surat kepada Perdana Menteri Australia, Scott Morrison yang ia berikan lewat kantor Kedutaan Australia di Jakarta, Selasa kemarin (21/01).

Remaja berusia 12 tahun dari Gresik, Jawa Timur tersebut mengatakan ia menulis surat agar Australia berhenti mengirimkan sampah plastik ke Indonesia.

Nina melihat banyak sampah yang menggunung dari negara-negara maju di Desa Bangun, yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

"Australia paling banyak kedua, setelah Amerika Serikat, saya lihat sendiri ada tulisannya Made in Australia," kata Nina saat dihubungi Erwin Renaldi dari ABC di Melbourne.

Dalam surat kepada PM Morrison, Nina menulis bagaimana sampah-sampah dari Australia telah berdampak tidak hanya bagi lingkungan tapi juga kesehatan warga.

Dengan ditemani orang tuanya, Nina mengunjungi langsung kantor Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Foto: Koleksi pribadi

Nina mengaku pernah membedah seekor ikan yang mati dan ia menemukan kandungan mikroplastik di ikan tersebut.

"Saya merasa sedih mengetahui kota saya menjadi tempat pembuangan sampah plastik dari negara-negara maju," tulisnya dalam Bahasa Inggris.

"Tolong sampah-sampah Australia ada di Australia saja dan jangan kirim yang tidak bisa didaur ulang ke Indonesia, itu akan menambah masalah sampah plastik di negara kita," tambahnya.

Lewat ABC, kantor Perdana Menteri Australia telah mengetahui isi surat yang ditulis Nina dan mengatakan telah berkala melarang ekspor plastik, kaca, dan kertas sejak bulan Juli 2019.

Surat yang dikirim untuk PM Morrison.

Foto: Koleksi pribadi

"Seperti halnya Nina, pemerintah Australia merasa menangani sampah adalah prioritas, karena jadi masalah penting bagi lingkungan di Australia dan di kawasan [Asia]," dalam pernyataan yang dikirim.

Kantor Perdana Menteri Australia juga mengatakan pemerintah akan bekerja dengan sejumlah industri untuk secara bertahap mengurangi kemasan plastik sekali pakai dan "microbeads" yang membahayakan.

"Kita mendukung Indonesia untuk mengurangi partikel kotoran di laut hingga 20 persen dan sampah hingga 30 persen."

"Kita bermitra dengan Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan apa yang telah dipelajari oleh dua negara."