Penembakan Massal di Jerman, Sembilan Orang Tewas
- bbc
Tersangka ditemukan tewas di kediamannya. - Reuters
Wali Kota Hanau, Claus Kaminsky mengatakan kepada Bild ini adalah "malam yang mengerikan".
"Anda bisa bayangkan malam yang sangat buruk. Ini akan membuat kita sibuk dalam waktu lama, dan akan jadi kenangan buruk. Saya sangat sedih," ujarnya.
Hanau, ibu kota Negara Bagian Hesse adalah kota berpenduduk 100.000 orang.
Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Hesse, Peter Beuth mengatakan kasus ini diperlakukan sebagai serangan teroris, dengan indikasi awal adanya motivasi anti orang asing.
Can-Luca Frisenna yang bekerja di sebuah kios dekat lokasi penembakan mengatakan ayah dan abangnya berada di wilayah itu ketika penembakan terjadi.
"Seperti dalam film. Seperti ada orang sedang bikin gurauan sangat buruk kepada kita," katanya kepada kantor berita Reuters.
"Saya tak bisa paham apa yang terjadi. Rekan-rekan saya, semuanya seperti keluarga. Mereka juga tak mengerti apa yang terjadi".
Mencari jawaban
Menurut wartawan BBC di Berlin, Damien McGuiness, sulit untuk memastikan apa yang terjadi sampai jelas siapa pelaku.
Menurutnya, di Jerman ada sejumlah serangan teror dalam beberapa tahun terakhir. Namun beberapa insiden serius yang awalnya dilabeli sebagai terorisme ternyata terkait kejahatan terorganisir atau drama keluarga.
Maka orang-orang tidak berani cepat-cepat menarik kesimpulan.
Reaksi `kejahatan mengerikan`
Katja Leikert, anggota parlemen Jerman yang mewakili Hanau mengatakan: "Semoga mereka yang terluka segera sembuh. Ini peristiwa yang buruk sekali bagi kita semua".
Di Twitter, juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert mengatakan: "Simpati saya bersama warga Hanau pagi ini, di mana kejahatan mengerikan itu terjadi."
Serangan ini terjadi empat hari sesudah sebuah penembakan di Berlin, yang terjadi di dekat pertunjukan komedi Turki di gedung konser Tempodrom, menewaskan satu orang.
Hukum kepemilikan senjata di Jerman termasuk salah satu yang paling ketat di dunia, dan semakin diperketat belakangan ini sesudah adanya kasus penembakan massal.