Tempe Mendoan Semakin Digemari di Australia

Tempe sudah dikonsumsi dua generasi di Australia, Sue (kiri) dan Clare Hedges.
Sumber :
  • abc

"Kami bisa memasak tempe dengan kari, atau menambahkan saus tomat, atau memasaknya dengan sayur-sayuran."

Sayangnya, menurut John dan Kee, masih banyak warga Australia yang tidak mengonsumsi tempe.

"Menurut kami, masih banyak warga Australia yang tidak tahu tempe. Mungkin kalau mereka mencoba satu kali saja, mereka pasti suka."

Tempe makin populer di Australia Sinta Santoso dan suaminya Sugeng sudah 15 tahun menjual tempe goreng di pasar hasil pertanian di Australia.

ABC News: Natasya Salim

Sebagai pembuat dan penjual tempe, Sinta Santoso pernah merasakan kesulitan menjual tempe, saat ia memulai bisnisnya 15 tahun lalu.

"Pertama kita buka sangat merepotkan karena orang selalu tanya tempe itu apa dan kita seharian mengulang terus, mengedukasi publik tentang bagaimana tempe dibuat, bedanya tempe dan tahu," kata Sinta.

"Sekarang, orang cuma datang dan bilang, "Bolehkah saya beli lima tempe? Atau enam?" Jadi [kami] tidak perlu lagi menerangkan tempe itu apa."

Menurut perempuan asal Malang ini, tempe juga diminati warga Australia karena semakin banyak orang menjadi vegetarian.

Pemilik bisnis tempe di Australia, Sinta Santoso mengatakan tempe semakin diminati warga Australia.

ABC News: Natasya Salim

"Beberapa tahun terakhir jumlah vegetarian meningkat di Australia dan global. Tempe itu tepat sekali untuk menjadi sustainable food atau makanan berkelanjutan," katanya.

"Karena tempe "natural", tidak pakai bahan kimia dan difermentasi."

Untuk rencanannya ke depan, perempuan yang sudah 37 tahun tinggal di Australia ini ingin membuat produk yang dijualnya lebih ramah lingkungan.

"Di Indonesia pembuat tempe menggunakan daun pisang, sedangkan di sini penggantinya plastik dan orang tidak senang karena tidak ramah lingkungan," kata Sinta.

"Saya ingin mengembangkan tempe memakai "sustainable packaging", kalau bisa agar "reusable" [atau bisa digunakan berkali-kali] dan "biodegradeable" [atau cepat terurai] ."

Menambah variasi makanan di Australia Graham yang sudah berlangganan tempe selama belasan tahun mengatakan kuliner Asia sudah semakin berkembang di Australia.

ABC News: Natasya Salim

Graham Chappell, warga Australia yang sudah belasan tahun mengkonsumsi tempe, merasa sudah saatnya makanan tradisional Indonesia ini lebih dikenal di Australia.