Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Karena Corona, Jutaan Orang akan Kehilangan Pekerjaan di Sektor Wisata

Minggu, 15 Maret 2020 | 20:14 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
BBC Indonesia

Sekitar 50 juta orang akan kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata saja, menurut World Travel and Tourism Council (WTTC) akibat pandemi virus corona ini.

Direktur WTTC Gloria Guevara mengatakan wabah ini "menghadirkan ancaman serius terhadap industri pariwisata".

Baca Juga

Pernyataan ini diberikan setelah sebelumnya ribuan penerbangan internasional dibatalkan dan beberapa perusahaan asuransi menolak adanya nasabah baru untuk asuransi perjalanan.

Menurut perkiraan yang dinyatakan oleh WTTC, sektor pariwisata akan mengalami penyusutan hingga 25% pada tahun 2020.

 

 

Organisasi pariwisata global ini menyerukan agar negara-negara melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi industri, di antaranya:

 

  • Menanggalkan atau memudahkan proses perolehan visa dan menurunkan ongkos pengurusan.
  • Mencabut penghalang yang tidak perlu di pelabuhan dan bandara.
  • Mengurangi pajak perjalanan seperti bea penumpang udara.
  • Meningkatkan anggaran untuk mempromosikan tujuan wisata.

 

Namun Guevara menambahkan bahwa pariwisata punya kekuatan untuk mengatasi tantangan ini dan akan menguat lagi.

Industri pariwisata mengalami pukulan besar, seiring banyaknya negara-negara yang melakukan pembatasan perjalanan guna mencegah penyebaran virus corona.

Indonesia

Pemerintah Indonesia sudah berupaya mendongkrak wisata domestik melalui insentif diskon tiket pesawat ke sejumlah tujuan sebagai stimulus.

Wabah yang sudah menyebar ke lebih dari 80 negara itu berdampak besar terhadap perjalanan secara global. Asosiasi Industri Penerbangan Internasional (IATA) pekan ini mengatakan bahwa kerugian industri penerbangan global dapat mencapai US$113 miliar tahun ini akibat Covid-19.

Pemerintah Indonesia memberikan insentif melalui diskon tiket pesawat antara 30% sampai 40% untuk 10 destinasi dalam negeri dari Maret hingga Mei 2020. Adapun 10 destinasi wisata yang dimaksud meliputi Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pinang, dan Tanjung Pandan.

Selain dari pemerintah, maskapai bisa memberikan potongan harga untuk sebagian besar destinasi wisata domestik.

Namun demikian, para pelaku usaha tetap merasakan kesulitan akibat turunnya jumlah wisatawan.

 

 

Bali merupakan salah satu destinasi yang paling terdampak.

Selama lebih dari 40 tahun berkecimpung di bisnis pariwisata di Bali, Anak Agung Raka Bawa belum pernah mengalami situasi sesulit saat ini.

Dalam dua bulan terakhir, nyaris tidak ada turis mengunjungi usaha wahana air miliknya yang terletak di Pantai Tanjung Benoa, Badung.

"Boleh dikatakan 99% kosong, karena mayoritas tamu kami memang dari China," kata Raka.

Pada Kamis (05/03) siang, tidak ada turis sama sekali di Rai Water Sport. Beberapa staf duduk-duduk di kursi plastik merah menyala yang memenuhi aula.

Read more...
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler