Kisah Pengemudi Ambulans Tempuh 3.300 Km Antar Jenazah saat Lockdown

Dua pengemudi ambulans. BBC Indonesia
Sumber :
  • bbc

Dua pengemudi ambulans menuai pujian setelah memulangkan jenazah seorang pria ke kota kelahirannya untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Mereka menempuh perjalanan dengan ambulans selama tiga setengah hari menyusuri jalanan di India di tengah pemberlakuan lockdown atau karantina wilayah.

Pandemi Covid-19 membuat orang-orang mengalami kesulitan ketika melewati beberapa tempat, selama karantina wilayah, khususnya mengurus orang meninggal.

Peraturan karantina dan pembatasan wilayah membuat sangat sulit bagi sejumlah orang untuk membawa jenazah dan juga mengurus pemakamannya.

Jadi apa yang terjadi ketika ada seorang pemuda terkena serangan jantung dan meninggal dunia di tempat yang berjarak 3.300 km dari kota asalnya di India?

Inilah kisah dua pengemudi yang bergantian mengendarai ambulans untuk membawa jasad lelaki itu menyusuri jalanan di India selama lockdown, dan memulangkan ke keluarganya untuk dimakamkan.

Sambutan untuk para pahlawan

Jayendran Perumal
Penduduk setempat berbaris di jalan-jalan untuk menyambut dua pengemudi ambulans dengan kartu ucapan yang bertuliskan, "Tuhan memberkatimu."

"Ketika kami memasuki ibu kota negara bagian, Aizawl, orang-orang berbaris di kedua sisi jalan dan menyambut kami, bertepuk tangan. Kami merasa sangat tersanjung dan bahagia," kata salah seorang pengemudi, Jayendran Perumal, kepada BBC.

Pria berusia 40 tahun dan rekannya yang sesama pengemudi, Chinnathambi Sellaiya, baru saja menempuh perjalanan yang berat dari negara bagian Tamil Nadu di India selatan.

Mereka melintasi jalur-jalur di negara itu dalam situasi lockdown, ke negara bagian Mizoram di timur laut, tempat mendiang berasal.

Mereka bergantian mengemudi selama tiga setengah hari untuk mencapai tujuan, dan hanya beristirahat sebentar.

Di antara kerumunan yang menyambut kedatangan tampak seorang pria memegang kartu yang bertuliskan, "Tuhan memberkatimu" dalam bahasa Tamil.

Tantangan di masa karantina wilayah

Jayendran Perumal
Kedua pengemudi tersebut kesulitan mencari makanan.