Sepuluh Hal yang Berubah Sejak Kematian George Floyd

BBC Indonesia
Sumber :
  • bbc
Getty Images

Tiga pekan sejak kematian George Floyd, yang meninggal ketika ditangkap oleh polisi, demonstrasi antirasisme di seluruh dunia terjadi atas cara polisi menangani orang kulit hitam dan menggarisbawahi perlakuan rasisme dan ketidaksetaraan di masyarakat.

Keluarganya mengatakan mereka tak mau Goerge Floyd mati sia-sia.

Inilah sepuluh hal yang berubah sejak kematian George Floyd.

1. Demonstrasi antirasisme global

Getty Images
London, Tokyo dan Auckland adalah beberapa kota tempat demonstrasi berlangsung

Orang-orang berunjuk rasa dengan satu pesan - Black Lives Matter, atau nyawa orang kulit hitam penting.

Mereka telah berunjuk rasa sebelumnya ketika orang-orang kulit hitam lainnya meninggal di tangan polisi, namun kali in berbeda.

Demonstrasi terjadi di seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat, termasuk di Anna, desa kecil di Illinois - yang digambarkan sebagai salah satu "tempat paling rasis" di Amerika.

Unjuk rasa ini juga terjadi di 50 negara di penjuru dunia.

Terdapat mural bergambar wajah George Floyd di sisa bangunan yang hancur karena ledakan bom di Suriah.

Getty Images
Seniman Suriah, Aziz Asmar bersama dengan dua temannya menciptakan karya ini untuk menunjukkan solidaritas terhadap gerakan anti-rasis di AS

2. Patung-patung diturunkan

Di Inggris dan Amerika, patung-patung dan monumen tokoh yang terlibat dalam perbudakan diturunkan oleh para pengunjuk rasa.

Di Bristol, patung pedagang budak pada abad ke-17, Edward Colston, dibuang ke laut. Patung itu kini telah diambil kembali dan akan diletakkan di sebuah museum.

Di Amerika, patung Christopher Columbus dicoret-coret dan diturunkan.

Beberapa orang berdalih pemindahan patung ini untuk menghapus sejarah - sementara lainnya beralasan patung itu lebih tepat berada di museum ketimbang tempat publik.

Getty Images
Edward Colston telah lama menjadi tokoh yang dihormati di Bristol, Inggris, karena mendonasikan banyak kekayaannya pada badan amal dan kota