Mitos Rasisme: Benarkah Gen Orang Kulit Hitam dan Putih Berbeda?

Rasisme dapat dibantah dengan fakta dan sains.-Getty Images
Sumber :
  • bbc

MITOS 2: Ada ras yang`murni`

Getty Images
FAKTA: "Kemurnian ras adalah fantasi murni"

Kami menganggap wilayah, tanah, atau masyarakat tertentu sebagai bagian yang terisolir - baik secara fisik maupun budaya - dan batas-batas ini tidak dapat diatasi.

Tapi ini bukan yang dikatakan sejarah, atau genetika. Faktanya, tidak ada bangsa yang statis.

"Orang-orang di seluruh dunia bergerak sepanjang sejarah, dan melakukan hubungan seks kapan saja dan di mana saja mereka bisa," kata Dr Rutherford.

Terkadang ini adalah langkah besar dalam waktu singkat.

Kerap kali, mayoritas orang-orang itu statis selama beberapa generasi dan itu bisa terasa seperti jangkar geografis dan budaya.

"Namun demikian, setiap Nazi memiliki leluhur Yahudi," ujar Dr Rutherford, "Setiap supremasi kulit putih memiliki leluhur Timur Tengah. Setiap rasis memiliki leluhur Afrika, India, Asia Timur, dan seperti halnya orang lain."

"Kemurnian ras adalah fantasi murni. Bagi manusia, tidak ada darah murni," katanya.

MITOS 3: `Jerman untuk orang Jerman`, `Turki untuk orang Turki` (dan variasi lainnya)

Getty Images
Siapakah orang pertama yang menempati negara tertentu?

Beberapa orang mengalami banyak kecemasan terkait kedatangan migran dan pengungsi ke negara mereka, sebuah fenomena yang telah dialami di banyak tempat di dunia akhir-akhir ini.

Contoh yang baru terjadi akhir-akhir ini, penembakan brutal pada 19 Februari yang dimulai di sebuah bar shisha di Hanau, Jerman, dimotivasi oleh doktrin paling kanan untuk mengusir atau membunuh para imigran.

Orang-orang sayap kanan jauh sudah lama mengungkapkan kemarahan dalam bentuk julukan: "Jerman untuk orang Jerman", "Prancis untuk orang Prancis", "Turki untuk orang Turki" dan "Italia untuk orang Italia" semuanya telah digunakan sebagai frasa anti-imigrasi oleh kelompok sayap kanan.

"Kembali ke tempat asalmu" adalah ungkapan bernada ofensif yang menggema di seluruh dunia.

Sebenarnya, negara-negara seperti Jerman, Prancis, Turki dan Italia telah memiliki imigrasi sepanjang sejarah mereka. Bahkan, di mana-mana mereka ada

Kepulauan Inggris, misalnya, sudah menjadi rumah bagi para migran sejak mereka keluar dari benua sekitar 7.500 tahun yang lalu.