Gara-gara Tidak Puas
| Sepuluh fakta tentang Linus Torvalds: |
| 1. Nama lengkapnya adalah Linus Benedict Torvalds 2. Linus lahir di Helsinki, 28 Desember 1969 3. Linus Torvalds datang dari keluarga jurnalis 4. Meskipun lahir dan berkebangsaan Finlandia, bahasa sehari-hari keluarga Linus Torvalds adalah Swedia 5. Leo Toerngvist, kakek Linus yang mempengaruhi Linus untuk menggemari komputer 6. Komputer pertama Linus yang dibeli kakeknya adalah Commodore Vic 20 7. Linus mulai membuat program untuk komputer kakeknya pada umur 10 tahun 8. Linus membuat Linux karena kecewa dengan MS-DOS dan mahalnya sistem operasi UNIX 9. Pada usia 21 tahun, Linus membuat Linux. 10.Linux merupakan nama yang diusulkan rekan Linus yakni Ari Lemmke |
Tepat pada 25 Agustus 1991, saat masih di usia 21 tahun, Linus mengumumkan sistem operasi buatannya ke forum pengguna MINIX. Tujuannya adalah untuk diuji coba oleh rekan-rekannya sesama pengguna MINIX. Sebulan kemudian, ia berhasil menyelesaikan versi awal dan versi resmi pertama sistem operasi Linus Torvalds.
Sebetulnya Linus ingin menamakan sistem operasinya dengan nama Freax, kombinasi dari free, freak, dan MINIX. Tetapi, gara-gara Ari Lemmke (rekan Linus dan administrator dari ftp.funet.fi, penyedia layanan FTP di Finlandia) menyimpannya dalam direktori yang dinamai Linux (singkatan dari Linus’ MINIX), jadilah sampai sekarang sistem operasi tersebut dikenal dengan nama Linux.
Linus memutuskan untuk menyebarkan Linux dalam lisensi GPL (GNU General Public Licence). Model lisensi GPL tersebut dikembangkan oleh Richard Stallman. Di sini orang bebas mempelajari, menggunakan, memodifikasi, memperluas, dan mendistribusikan software yang bersangkutan. Syaratnya, source code alias kode pemrograman asli dari software tersebut harus boleh digunakan secara cuma-cuma.
Konsekuensi dari metode lisensi ini tentu jelas. Berhubung gratisan, banyak programmer dari seluruh dunia tertarik dan antusias untuk membantu Linux membangun embrio sistem operasi tersebut. Hasilnya, popularitas sistem operasi Linux melejit bak roket.
Linux kembali mendapatkan dukungan hebat pada akhir 90-an. Ketika itu kompetitor dari Microsoft mulai menganggap serius Linux. Oracle, Intel, Netscape, Corel, dan lain-lain mengumumkan rencana mereka untuk mendukung Linux. Alasannya, mereka juga membutuhkan alternatif dari Microsoft Windows.
Meski sama-sama programmer, Linus berbeda 180 derajat dengan Bill Gates. Kalau Bill Gates drop out dari kuliahnya, Linus berhasil menyelesaikan studinya di University of Helsinki pada tahun 1995. Bill Gates membuat sistem operasi untuk dijual dan menjadi kaya raya. Linus tetap hidup sederhana karena sistem operasi buatannya digunakan secara cuma-cuma oleh siapapun yang membutuhkan.
Suatu ketika, atas jasanya membuat sistem operasi Linux, Linus dihadiahi saham oleh RedHat dan VA Linux (perusahaan pembuat Linux untuk kalangan enterprise). Ketika RedHat dan VA Linux (kini berubah nama menjadi VA Software) go public, nilai saham Linus di kedua perusahaan teresbut membengkak. Mendadak Linus Torvalds menjadi kaya raya.
Kisah percintaan Linus dengan istrinya, Tove Torvalds juga cukup unik. Awal mulanya tidak jauh dari urusan Linux juga. Mereka bertemu pertama kali pada musim gugur 1993. Ketika itu Linus sedang mengajar di laboratorium komputer kampus. Kepada murid-murid, Linus menyuruh mereka untuk mengirimkan tugas lewat email.
Tove Minni, seorang guru TK dan enam kali juara karate di Finlandia, yang merupakan salah satu murid Linus juga mengirimkan email tugas. Tetapi, berbeda dengan email rekan-rekannya, email Tove juga berisi ajakan kencan untuk Linus. Kencan pertama tersebut sukses dan sampai akhirnya Tove dan Linus menikah.
Linus berkenalan dengan komputer di usia yang cukup belia. Akan tetapi, kepada ketiga anaknya yakni Patricia (lahir tahun 1996), Daniela (lahir tahun 1998), dan Celeste (lahir tahun 2000), ia tidak memaksakan untuk segera bersinggungan dengan komputer. Tentu pada saatnya Linus akan mengarahkan mereka untuk menggunakan Linux. Tove Torvalds sendiri sudah menggunakan Linux di komputernya.