Juli, Konstruksi Tol Bogor-Sukabumi Dimulai

jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) di Kedunghalang, Bogor
Sumber :
  • Antara/ Jafkhairi

VIVAnews – Konstruksi pembangunan jalan tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) akan direalisasikan Juli 2011. Sebab, proses pembebasan tanah untuk kepentingan jalan tol Bocimi kembali dilakukan pada tahap ketiga. Bahkan, akan dikejar pelaksanaannya selama bulan ini.

Keputusan tersebut muncul berdasarkan rapat antara Panitia Pengadaan Tanah, Tim Pembebasan Tanah, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Trans Jabar Tol, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan sejumlah kepala desa.

"Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Bocimi ditargetkan selesai Juni, sehingga Juli ini bisa segera dimulai pembangunan konstruksi jalan tol," ujar Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor, Yasin Zainuddin, Jumat, 25 Maret 2011.

Saat ini, Yasin menambahkan, segala sesuatunya sedang dipersiapkan, antara lain verifikasi berkas tanah milik masyarakat yang siap dibayar dan menyusun jadwal. "Jadi, diperkirakan pembayaran bisa dilakukan di atas 6 April 2011. Sebab, Tim Pembebasan Tanah berharap tiga bulan bisa selesai," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh, mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana pemerintah yang akan merealisasikan pembangunan jalan tol Bocimi tersebut.

Namun, dia menegaskan, sebelum jalan tol itu realisasikan, sebaiknya masalah-masalah seperti pembebasan lahan segera diselesaikan. Antara lain, pembayaran pembebasan tanah jangan sampai tertunda.

Seperti diketahui, jalan tol yang akan menghubungkan Bogor-Sukabumi sepanjang 53,6 kilometer ini diharapkan sudah bisa beroperasi pada 2014. Pembangunan tol ini akan menghabiskan dana sebesar Rp5,4 triliun. Sebanyak Rp725 miliar dianggarkan untuk pembebasan lahan seluas 142,20 hektare.

PT Trans Jabar Tol selaku pemegang hak konsesi akan mengoperasikan jalan tol ini selama 35 tahun terhitung sejak Juli 2007.

Trans Jabar Tol merupakan konsorsium tiga perusahaan yakni PT Bakrie Toll Road, PT Jasa Sarana Jabar, dan PT Bukaka Teknik Utama. Komposisi sahamnya 60 persen Bakrie Toll Road, 25 persen Jasa Sarana Jabar, dan 15 persen Bukaka Teknik. (art)

Laporan: Ayatullah Humaeni | Bogor