Bakrie Finalisasi Utang dengan Kreditor

Sumber :

VIVAnews - Manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) masih memfinalisasi mekanisme pengambilalihan utang dengan sejumlah kreditor. Finalisasi itu termasuk dengan Northstar Pacific Partners Limited.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bakrie & Brothers, RA Sri Dharmayanti, mengatakan, perseroan berharap, finalisasi itu dapat rampung secepatnya. "Kami pasti akan memberi penjelasan. Pokoknya secepatnya," kata dia kepada VIVAnews di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin 12 Januari 2009.

Sebelumnya, Sri Dharmayanti dalam penjelasan kepada otoritas bursa mengatakan, Bakrie & Brothers sedang dalam proses finalisasi perjanjian pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan Northstar. Namun, manajemen belum dapat menyebutkan bentuk setoran modal, sumber pendanaan, dan hal teknis lain.

"Hal-hal teknis itu akan kami sampaikan segera setelah perjanjian pembentukan perusahaan joint venture difinalisasi," ujar dia akhir pekan lalu.

Menurut dia, perseroan akan tunduk pada peraturan pasar modal, bila dalam pembentukan perusahaan patungan itu harus dimintakan persetujuan pemegang saham. "Kami akan mengikuti ketentuan tersebut sesuai peraturan pasar modal yang berlaku," katanya.

Dia juga mengakui, utang Bakrie pada transaksi repo (repurchase agreement) di PT Sarijaya Permana Sekuritas sudah diselesaikan.

Corporate Communication yang berwenang (person in charge/PIC) Sarijaya Permana Sekuritas, Hasbi Sukaton, pekan lalu mengatakan, nilai transaksi repo Bakrie pada Sarijaya yang diselesaikan mencapai Rp 35 miliar.

Pada transaksi repo tersebut, Sarijaya hanya bertindak sebagai perantara (arranger) untuk nasabah yang ingin berinvestasi. "Yang berinvestasi pada repo Bakrie adalah nasabah Sarijaya," ungkap dia.

Sebelumnya, repo Bakrie senilai Rp 35 miliar pada Sarijaya jatuh tempo Desember 2008. Pada repo tersebut, perseroan menjaminkan 86,3 juta saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).

Manajemen Bakrie telah mengangsur pembayaran repo tersebut sebesar Rp 15 miliar, sehingga perseroan hanya melunasi Rp 20 miliar pada Desember 2008.