Panitia Luar Negeri Jamin Keamanan Kotak Suara Pemilu
- VIVAnews/Muhamad Solihin
VIVAnews - Ketua Pokja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Wahid Supriyadi menepis kekhawatiran sejumlah pihak terkait keamanan kotak suara di luar negeri. Wahid menegaskan, sistem pengamanan di sana relatif terjamin.
"Banyak yang bertanya soal ini. Tapi kami bilang seluruh kotak suara itu disimpan di PPLN yang terletak di setiap kantor perwakilan kita di luar negeri," kata Wahid, Senin 31 Maret 2014.
Pria yang juga menjabat sebagai staf ahli Kementerian Luar Negeri bidang sosial budaya ini mengemukakan ada 130 kantor perwakilan Indonesia di luar negeri. Dia memastikan bahwa sistem keamanan di sana berlaku 1x24 jam.
"Dilengkapi kamera pengawas CCTV. Kotak suara digembok, disegel. Gemboknya ada segel. Jadi kalau ada mau berbuat curang gampang ketahuan," ujarnya.
Tak hanya dalam hal keamanan fisik, Wahid mengklaim independensi dari PPLN teruji. Oleh karena itu, dia meminta parpol untuk tidak khawatir.
"Tidak ada pihak yang akan diuntungkan, mereka profesional. Lagi pula dari tujuh anggota PPLN di setiap kantor perwakilan itu, lima diantaranya berasal dari unsur masyarakat umum (WNI) yang ada disana. Hanya dua dari unsur kantor perwakilan," urainya.
Meskipun demikian, Wahid mengakui tidak semua negara memiliki Panwaslu. Mereka hanya ada di delapan negara, terutama yang pemilihnya besar antara lain Malaysia, Australia dan Hongkong.
"Kami sebenarnya maunya di setiap negara, tapi tentu ini terkait anggaran juga," ucapnya.
Untuk diketahui, beberapa negara menjadi pusat TKI atau WNI. Dari sejumlah negara, jumlah pemilih yang terbesar adalah di Negeri Jiran, Malaysia.
Berikut beberapa daftar pemilih di luar negeri:
1. Malaysia
Johor Baru: 307.511
Kuala Lumpur: 405.779
Kota Kinabalu: 158.320
Kuching: 98.540
Penang: 42.619.
2. Australia
Canberra: 572
Melbourne: 15.994
Sidney: 21.824
Perth: 5.420
3. Singapura: 112.123
4. Arab Saudi
Riyadh: 85.505
Jeddah: 101.409.
(umi)