Rakyat Kota Bekasi Lebih Percaya Caleg Golkar Muka Baru

ARB Hadiri Kampanye Partai Golkar di Soreang, Kab. Bandung
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin
VIVAnews - Di Kota Bekasi, Jawa Barat, Partai Golkar berhasil memperoleh 8 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Menariknya, semua yang duduk adalah muka baru.

Tiga caleg incumbent yang ikut bertarung di Pemilu 2014, kalah semua. Sebelumnya, partai berlambang pohon beringin ini memiliki 6 kursi di DPRD Kota Bekasi. Namun, tiga di antaranya yakni Roy Achyar, Tamimah dan Sukamto memilih tidak nyaleg.

Sedangkan yang maju menjadi caleg lagi adalah Rosihan Anwar dari Dapil 1 Kecamatan Bekasi Timur, Yusuf Nasih dari Dapil 2 Kecamatan Bantargebang, Rawalumbu dan Mustikajaya dan Safei, Caleg asal Dapil 3 Kecamatan Bekasi Selatan dan Jatiasih.

Yusuf Nasih yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, sesuai hasil pleno KPU Kota  Bekasi hanya mampu mengantongi suara 4.038 suara, Safei 3.542 suara dan Rosihan Anwar hanya mampu meraup 4.988 suara.

Suara tiga caleg incumbent Partai Golkar ini ternyata kalah banyak dengan pendatang baru. Caleg incumbent semuanya gagal mendapatkan kursi

Muka Baru Dipercaya

Dalam sebuah wawancara dengan radio lokal, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Jawa Barat, Abdul Hadie, menyatakan kekalahan incumbent ini menunjukkan rakyat lebih percaya pada muka baru. Sontak saja, pernyataan Hadie ini diprotes para caleg incumbent yang kalah.

Hermawan, tim sukses Rosihan Anwar, caleg Golkar incumbent, mengatakan pernyataan yang dilontarkan Abdul Hadi di sebuah radio swasta, sangat tidak mendidik. 

Ketua Komunitas Pendukung Rosihan Anwar (KOPRA) mengatakan, selama ini tim sukses caleg incumbent juga telah bekerja keras untuk membina hubungan baik dengan masyarakat. "Pernyataan Sekretaris DPD Golkar Kota Bekasi itu menyakiti hati kami,” katanya.

Setelah diprotes banyak kadernya, Abdul Hadi yang juga Ketua Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) DPD Partai Golkar Kota Bekasi, meminta maaf melalui SMS kepada Yusuf Nasih dan Rosihan Anwar.

"
Setelah saya mendengarkan rekaman ulang wawancara saya dengan wartawan Dakta, ternyata benar komentar saya tidak mencerminkan sebagai Sekretaris Partai yang baik. Mengingat tidak bisa diralat, maka dengan ini saya benar-benar minta maaf atas sikap yang picik dan tidak menghargai teman-teman yang telah bersusah payah bahkan banyak berkorban, semoga penyesalan saya ini tidak menyebabkan rusaknya silaturahmi pertemanan yang terbina cukup lama," kata Hadie melalui SMS.